Ternyata Wayang Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa


Selama ini kita mengenal semar sebagai salah satu tokoh wayang yang terkenal. Dia adalah ayah dari Gareng, Petruk, dan Bagong. Tapi, ternyata Semar adalah demit tertua di Tanah Jawa. Sebagai seorang muslim, kita harus tahu bagaimana pandangan Islam mengenai Semar agar kita tidak terjerumus pada perangkap setan menjadi orang syirik.

Ternyata Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa

Mungkin, beberapa orang belum mengetahui apa itu arti demit. Demit merupakan bahasa Jawa dimana berarti makhluk halus yang menempati suatu tempat tertentu. Mereka memiliki tempat tinggal dan berkenan jika dimintai pertolongan oleh manusia.

Bagi beberapa orang, pemakaian kata demit ini tidak konsisten dalam konsteks ini. Terkadang mereka memakai kata demit untuk lelembut, setan, atau danyang dengan pengertian sempit maupun luas.

Apabila kita lihat dari pengertian sempitnya, maka demit berarti makhluk halus dimana menempati suatu tempat tertentu yang keramat, seperti patung rusak, candi yang runtuh, pohon beringin, kuburan tua, pohon besar lainnya, sumur tua, sumber air tersembunyi dan tempat lainnya yang memiliki aura magis.

Dalam cerita penciptaan tanah jawa, terdapat kisah yang menceritakan mengenai tokoh pahlawan dalam kebudayaan Jawa, yakni Semar. Diketahui bahwa Semar adalah jin tertua di tanah jawa sebagai makhluk hidup. Pada saat dahulu, diketahui bahwa tanah Jawa belum terdapat manusia dan semua masih dalam bentuk hutan belantara. Kecuali, sebidang tanah di kaki Gunung Merbabu tempat dimana Semar bercocok tanam.

Lambat laun, tanah Jawa didatangi oleh manusia dan mereka membabati hutan-hutan sebagai tempat tinggal mereka. Merasa tersingkir, para makhluk halus pergi ke dasar laut selatan serta ke kawah gunung berapi.

Namun, bagi makhluk halus yang ingin bekerjasama dengan manusia dan mau melindungi manusia, maka mereka diperbolehkan tinggal di tempat tersebut. Karena usianya yang sudah tua, membuat makhluk halus itu dijadikan sebagai penasehat, seperti halnya Semar. Hal inilah yang membuat Semar dianggap sebagai sosok yang bijak dan lucu. Sosok ini sangat terkenal, bahkan menjadi guru dari Batara Guru dimana merupakan sumber kesaktian di tanah Jawa.

Kisah jin tertua di pulau Jawa ini berkaitan dengan ritual tradisional yang bernama “Slametan” karena keberadaan demit memiliki kedudukan seperti roh yang melindungi masyarakat. Ketika seseorang memiliki hajat atau keinginan, maka ia akan pergi ke tempat keramat untuk meminta kepada demit agar keinginannya terkabulkan. Bahkan, mereka bisa menyertainya dengan tangisan atau air mata agar kesungguhan kita dapat terlihat. Biasanya, mereka akan membawa sesajen sebagai beberapa syarat yang harus terpenuhi agar hajat dapat terkabulkan.

Berdasarkan cerita jin tertua di pulau dunia di atas, kita bisa melihat bahwa kisah tersebut hampir sama dengan kesyirikan. Seperti yang kita tahu bahwa hanya Allah yang bisa mengabulkan semua doa-doa kita. Apabila kita meminta kepada seseorang atau makhluk lain, maka berarti kita telah mengingkari-Nya. Dan hal ini merupakan dosa yang sangat besar dan imbalannya adalah neraka abadi.

Sebagai seorang muslim, kita boleh belajar sejarah ataupun kebudayaan. Tetapi, kita harus yakin bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak ada yang lain. Allah telah memberikan pikiran agar kita dapat berpikir mana yang salah dan mana yang benar. Oleh karena itu, kita harus berpikir dengan jernih agar dapat melihat kebenaran yang diberikan oleh Allah.
5 Komentar untuk "Ternyata Wayang Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa"

kalau ktauan sunan kalijaga pasti penulis ni bisa digebugi..

Sunan Kalijaga sudah mengetahui..
Sekarang Zamane Sing Becik Ketitik Sing Olo Ketoro..Sapa Yg Rakus,Tamak Dan Serakah Akan Tumbang Dengan Sendirinya..RESIK2 NUSANTARA..

Nama punakawan diambil dari bahasa arab, nasehat dari sayyidina Ali, Dijadikan tokoh punakawan oleh sunan kalijaga sebagai media syiar. Bukan nama demit.

Mngkin dia lelah ad jg semar it dewa nmany hyang ismaya,

semar adalah simbol filsafah spiritual jawa jadi jangan samakan dgn yg namanya demit, semar dan demit itu beda jauh nggak ada hubungannya semar dgn demit, jadi kalau menulis hati2 mas, jangan ngawur,

Back To Top