Kisah Dua Manusia yang Menjadi Bendahara Allah di Bumi-Nya


Ada dua manusia yang akan menjadi bendahara Allah di Bumi-Nya atas ijin Allah. Hal ini bukan berarti Allah tidak mampu mengatasinya sendiri. Tetapi, pastinya Allah memiliki rahasia tersendiri yang tidak kita ketahui. Lalu siapa sebenarnya dua manusia yang dimaksud menjadi bendahara? Dan apa saja tugas yang diberikan oleh Allah kepada mereka.

Kisah Dua Manusia yang Menjadi Bendahara Allah di Bumi-Nya

Allah adalah pencipta yang paling sempurna. Dia telah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan dan ciptaan lainnya dengan penuh perhitungan. Bahkan tidak hanya menciptakan, Allah juga mengatur dan mengurusi apa yang ada di alam semesta ini.

Seperti sifat Allah yang kita ketahui, yakni Mukhalafatuhu Lilhawadisi. Sifat ini berarti bahwa Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Tidak seperti manusia yang banyak kekurangan, Allah adalah Maha Sempurna. Segala apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang mustahil. Semakin kita dekat Allah, maka Allah akan mendekat lebih banyak kepada kita. Salah satu cara untuk mengenal Allah lebih dalam, maka kita harus meneladani perilaku Rasulullah.

Pada masa Rasul dan para sahabatnya adalah masa dimana umat manusia lebih baik pada masa lainnya. Hal ini dikarenakan mereka lebih fokus beribadah demi kehidupan akhiratnya. Bahkan, diketahui bahwa selama hidup, mereka sudah bisa mencium harumnya bau surga. Mereka sangat takut jika dimasukkan ke api neraka, sehingga mereka selalu bersungguh-sungguh dalam menghindari perbuatan dosa. Bahkan pada masa beliau-lah terdapat 2 manusia bendahara Allah di dunia-Nya.

Inilah salah satu karakteristik umat manusia yang selalu beriman kepada Allah. Setiap umat sama dimata Allah, hanya amal ibadahnya lah yang akan membedakannya di akhirat kelak. Tempat kembali yang indah akan menanti kita, jika selama hidup kita memanfaatkan waktu untuk melakukan kebaikan di jalan Allah. Segala apa yang dilakukan selalu berorientasi pada kehidupan akhirat sehingga mereka memanfaatkan waktu dan harta sebaik mungkin tanpa berfoya-foya ataupun melakukan hal-hal yang tidak penting. Orang yang seperti inilah yang pantas menjadi dua manusia yang menjadi bendahara Allah di dunia.

Kedua orang yang selalu memanfaatkan hartanya di jalan Allah adalah Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Bahkan, mereka disebut sebagai bendahara Allah di bumi milik-Nya. Kekayaan yang mereka miliki tidak lantas membuat mereka lupa akan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Mereka hanya mengambil sedikit hartanya untuk keperluan hidup dan menggunakan sebagian besar hartanya di jalan Allah, seperti berjihad dan koleksi aset untuk kemaslahatan orang banyak. Hal ini tidak mengurangi kerajinan mereka dalam beribadah shalat. Mereka tidak ragu untuk menggunakan semua yang dimilikinya untuk mencapai kehidupan di surga.

Setiap orang memiliki rezekinya masing-masing, begitu juga kedua orang tersebut. Keduanya selalu taat pada ajaran agama. Tak jarang, harta yang mereka miliki selalu diinfaqkan pada orang yang lebih membutuhkan dengan ilmu dan kekuatan hatinya.

Sebagai seorang muslim, tentunya menjadi kebahagiaan luar biasa karena Allah telah mempercaya kita sebagai Bendahara Allah di bumi. Namun, untuk mendapatkan hal tersebut membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Berbagai usaha dapat kita lakukan, seperti rajin shalat, puasa, sedekah, ataupun amalan baik lainnya. Apabila Allah memberikan kelebihan pada kita, sudah seharusnya kita bersyukur dan menggunakannya di jalan Allah. Namun, jika kita mengalami kekurangan, sudah seharusnya kita bersabar dan selalu berusaha memenuhinya dengan ridho Allah. Demikian cerita dua manusia yang menjadi bendahara Allah di bumi-Nya.
0 Komentar untuk "Kisah Dua Manusia yang Menjadi Bendahara Allah di Bumi-Nya"

Back To Top