Memetik Pelajaran Dari Kisah Blusukan Umar Bin Khattab


Kata blusukan semakin tenar semenjak presiden RI kita saat ini yaitu Joko Widodo saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta sering terjun langsung ke lapangan untuk melihat kinerja bawahannya, ternyata blusukan telah lebih dahulu dilakukan oleh Umar Bin Khattab sejak dia memerintah sebagai khalifah sehingga kita dapat belajar “Blusukan” dari Umar Bin Khattab. Bagaimana cara blusukan dari Umar Bin Khattab?

Memetik Pelajaran Dari Kisah Blusukan Umar Bin Khattab

Blusukan ternyata bukanlah hal baru dalam sejarah Islam karena telah dipraktekkan sejak zaman dahulu yaitu pada masa Umar Bin Khattab. Cara ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat secara riil tanpa ada yang ditutup-tutupi. Bagaimana kisah blusukan ala Umar Bin Khattab? Saat kepemimpinan khalifah Umar Bin Khattab, tanah Arab mengalami masa paceklik yang cukup panjang dan keadaan ini sangat memprihatinkan. Tanaman warga kering sehingga tidak dapat dipanen dan banyak hewan ternak  yang mati karena kehausan dan kelaparan. Hampir seluruh warga Arab menderita karena kelaparan, sehingga khalifah Umar Bin Khattab mengeluarkan suatu kebijakan untuk memotong unta setiap harinya dan dagingnya dibagikan bagi warga yang kelaparan, sedangkan Umar sendiri berpuasa. 

Untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami oleh warganya, Umar Bin Khattab selalu melakukan blusukan ke perkampungan warga dan ditemani oleh Aslam pada malam hari. Saat memasuki sebuah perkampungan terpencil, Umar dikejutkan dengan suara tangisan anak kecil dalam sebuah gubuk tua. Mendengar tangisan itu, Umar dan Aslam mendekatinya dan meminta izin untuk masuk kedalamnya. Ternyata di dalam gubuk tersebut terdapat seorang wanita tua yang sedang memasak dan didekatnya terdapat seorang anak perempuan yang menangis. Melihat kedatangan Umar, wanita tua itu kembali melanjutkan aktivasnya memasak karena tidak mengetahui sosok yang datang kegubuknya adalah Umar Bin Khattab. Umar bertanya kepadanya mengapa anak perempuan itu terus menangis. Si wanita tau menjelaskan bahwa anak perempuannya menangis karena kelaparan bukan karena sakit. 

Umar dan Aslam berada di dalam gubuk tua itu selama satu jam lamanya dan wanita tua itu tetap memasak. Melihat hal ini Umar penasaran dengan apa ayng sedang dimasak wanita itu, ternyata yang dimasak wanita tua itu adalah sebuah batu sehingga tidak akan pernah matang. Wanita tua itu menjelaskan bahwa dirinya memasak batu untuk menghibur anaknya yang kelaparan. Wanita itu juga menjelaskan bahwa selama kepemimpinan Umar Bin Khattab tidak pernah memikirkan warganya yang kelaparan sehingga dia harus memasak batu untuk anaknya. Mendengar penjelasan wanita tua itu, Umar bersedih dan merasa bahwa dia telah gagal dan menelantarkan seorang janda tua yang kelaparan bersama dengan anaknya. Akhirnya Umar kembali dan membawa sekarung gandum untuk diberikan kepada janda tua itu untuk makan mereka sehari-hari. 

Berdasarkan kisah Umar Bin Khattab ini maka dapat diperoleh bagaimana cara blusukan yang benar yaitu:

1. Blusukan sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk menghindari fitnah atau hal-hal negatif seperti sifat sombong dan pamer. Pada dasarnya tujuan blusukan adalah untuk memastikan fakta dilapangan jadi lebih baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa terang-terangan.

2. Setelah menemukan fakta sesungguhnya maka tindakan selanjutnya adalah dengan melakukan tindakan nyata atau langsung kerja tidak perlu banyak acara atau gaya yang hanya ingin memamerkan tindakan sehingga dapat meningkatkan popularitas semata.

3. Pada dasarnya kehidupan pemimpin harus lebih susah atau lebih sederhana dari rakyatnya sehingga dapat merasakan bagaimana kesusahan rakyatnya selama ini. Selain itu, dalam proses blusukan sebaiknya dilakukan dengan sederhana tanpa menggunakan kendaraan mewah atau iringan ajudan sehingga tujuan blusukan lebih maksimal tanpa embel-embel menaikkan popularitas saja.

Demikian informasi seputar belajar “Blusukan” dari Umar Bin Khattab yang telah lama dilakukan untuk mengetahui fakta kondisi rakyat, bukan demi embel-embel untuk menaikkan popularitas semata.
0 Komentar untuk "Memetik Pelajaran Dari Kisah Blusukan Umar Bin Khattab"

Back To Top