Saat Tuhan Menguji Kita, Jangan Pernah Bertanya “APA SALAHKU”?


Setiap manusia pastilah tidak pernah luput dari kesalahan, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Segala musibah yang terjadi ada hidup kita, Allah pasti memiliki rencana di balik semua itu. Terdapat satu hal yang lebih penting daripada menyalahkan Allah atas semua musibah.

Saat Tuhan Menguji Kita, Jangan Pernah Bertanya “APA SALAHKU”?

Kehidupan bukanlah suatu hal yang harus selalu mulus. Pastilah di tengah-tengah perjalanan terdapat suatu musibah, baik kecil atau besar. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut tergantung dengan masing-masing individu memandang masalah tersebut. Sebuah hadist menjelaskan bahwa ketika Allah mendatangkan musibah pada kita berarti terdapat 3 arti mengenai musibah itu, yakni ujian hidup manusia, teguran, dan adzab.

Apabila suatu musibah berarti teguran, maka kita telah melakukan suatu hal yang dilarang oleh Allah. Adanya teguran ini mengartikan bahwa Allah masih sayang kepada kita sehingga Dia mengingatkan dan menginginkan kita kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, ketika Allah memberikan teguran ini jangan langsung menyalahkan Allah dengan bertanya apa salah kita. Seharusnya kita bisa instropeksi diri, mengenai perbuatan kita semalam ini. Apakah kita telah melakukan suatu kesalahan, baik disengaja ataupun tidak. Atas kesalahan tersebut Allah menegur kita agar meninggalkan perbuatan tercela itu. Hal ini menunjukkan berarti Allah masih sayang terhadap kita.

Apabila suatu musibah itu adalah ujian hidup dari Allah, kita harus menjalaninya dengan ikhlas. Allah mendatangkan musibah itu berarti Dia sayang kepada kita. Dia ingin jika kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Seperti halnya ujian di sekolah, apabila kita mampu melewati ujian tersebut maka kita dapat naik kelas menjadi hamba Allah yang semakin beriman kepada-Nya. Orang yang diberikan ujian oleh Allah, pastilah mereka yang memiliki ketulusan hati yang lebih sehingga Allah yakin jika orang tersebut mampu melewatinya.

Sedangkan maksud dari musibah yang terakhir adalah ketika musibah itu adalah adzab dari Allah. Sekarang ini, semakin banyak orang yang melakukan maksiat. Maksiat yang mereka lakukan pun semakin lama semakin banyak sehingga membuat Allah murka. Hati mereka yang sudah keras dan tertutupi keburukan sehingga tidak bisa lagi memandang kebaikan lagi. Hal inilah yang membuat Allah memberikan adzab kepada mereka. Oleh karena itu, sebelum datangnya adzab Allah seharusnya kita segera bertaubat dan meminta ampunan dari Allah atas segala kesalahannya. 

Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia telah memberikan hidup pada kita, Dia lah yang telah memberikan segalanya pada kita. Lalu apakah dengan musibah yang terjadi dalam hidup kita lantas kita berhak menyalahkan Allah? Sungguh orang yang seperti ini tidak memilki malu terhadap Allah. Allah telah memberikan segalanya tapi jutsru kita berprasangkan buruk pada-Nya. Tidakkah kita tahu bahwa melalui ujian allah tanda allah sayang kepada kita dan mengnginkan kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Sebagai seorang muslim, kita harus percaya dan meyakini bahwa apa yang takdirkan oleh Allah adalah suatu kebaikan untuk kita. Terkadang, apa yang kita inginkan tidaklah baik untuk kita, begitu juga sebaliknya, apa yang kita anggap buruk justru yang terbaik untuk kita. Karena Allah mengetahui segala apa yang tidak kita ketahui sehingga berpikir positiflah kepada Allah.
0 Komentar untuk "Saat Tuhan Menguji Kita, Jangan Pernah Bertanya “APA SALAHKU”?"

Back To Top