Ketika Menikah Tanpa Cinta Ternyata Bisa Bahagia


Perjodohan memang masih menjadi sesuatu yang lazim di Indonesia dan sebagai sang anak, kebanyakan orang tidak bisa melakukan apa-apa. Jika menantang, artinya kita telah melawan orang tua maupun wali sendiri. Di bawah ini dilampirkan pembahasan serta kisah mengenai pernikahan tanpa cinta namun pasangan di dalamnya tetap merasa bahagia.

Ketika Menikah Tanpa Cinta Ternyata Bisa Bahagia

Kita pasti sudah sering melihat penjaja makanan yang menghiasi jalan besar terutama di perkotaan Indonesia. Tingkat kriminal sekarang ini pun masih cukup tinggi yang juga mengindikasikan sulitnya mencari kerja di Indonesia. Pertanyaan utama saat ini adalah, jika harus jujur, maukah kita menikahi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan? Sebagian besar dari kita pasti menjawab tidak, begitu pun saat ditanya apakah kita ingin menikahi seseorang yang cacat fisik. Bagaimana tidak, seseorang yang normal saja bisa sulit mencari pekerjaan terlebih lagi yang secara fisik cacat. Rumah tangga pasangan tersebut kelak bisa berada di ambang bahaya dari segi ekonomi. Meskipun pasangan bersangkutan sangat mencintai satu sama lain, tentu akan ada pertentangan dari salah satu pihak keluarga. Hal ini yang mendorong terjadinya sebagian besar perkawinan tanpa cinta.

Sesungguhnya menikah tanpa cinta dalam Islam tidak dilarang selama pasangan bersangkutan bisa merasa bahagia baik secara jasmani maupun rohani. Rasa tidak suka ke pasangan bisa dikurangi dengan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an telah tertulis bahwa Allah Yang Maha Pengasih menciptakan seorang istri untuk para lelaki berdasarkan kekuasaan-Nya. Hal ini dilakukan Allah SWT agar setiap orang bisa merasa tentram di dalam cinta dan merasakan kasih sayang satu sama lain. Satu hal lagi, cinta pada akhirnya selalu datang ke kaum yang berpikir dan hal ini menunjukkan manusia dengan kearifannya sendiri. 

Sebenarnya jangan samakan cinta dengan ketertarikan fisik karena cinta sendiri dianggap sebagai sesuatu yang suci. Umumnya ketertarikan fisik ini hanya berupa permulaan dan jika fisik seseorang tersebut berubah serta di saat bersamaan perasaan kita pun berubah, bukan cinta yang kita rasakan. Lain halnya dengan cinta terhadap akhlak maupun kepribadian seseorang. Meskipun fisiknya berubah, perasaan kita ke orang tersebut pasti tidak akan berubah. Itulah yang disebut sebagai cinta yang merupakan fitrah suci. Akan tetapi tahukah Anda, cinta tak melulu datang sebelum pernikahan. Cinta bisa datang setelah janji suci tersebut.

Dalam Islam, perkawinan tanpa cinta hanya bisa dilakukan jika sang gadis menyetujui pernikahan tersebut (tidak bisa dipaksa). Hal ini sudah difirmankan pula oleh Allah Yang Maha Esa dalam Al-Qur’an. Dituliskan juga riwayat seorang gadis yang mengadu kepada Nabi Muhammad SAW saat dipaksa menikah. Nabi Muhammad SAW kemudian memberi gadis itu kesempatan untuk memilih. Toh, yang menjalani pernikahan dan rumah tangga kelak adalah gadis itu sendiri, bukan sang wali. 

Satu hal yang membuat pasangan bisa tetap merasa bahagia dengan pernikahan tanpa cinta adalah mempelajari calon pasangannya dengan baik dahulu. Seperti yang tertulis dalam Imam Ahmad, bukan hal yang salah untuk melihat wanita yang dipinang selama hal itu dilakukan bersangkutan dengan peminangan. Dan tidak masalah juga jika wanita tersebut tidak melihat orang yang meminang. Apakah rasa penasaran Anda di awal sudah terjawab? Semoga artikel mengenai ketika menikah tanpa cinta ternyata bisa bahagia ini akan membantu bagi kita semua dan bersifat informatif.
0 Komentar untuk "Ketika Menikah Tanpa Cinta Ternyata Bisa Bahagia"

Back To Top