Ibadah 500 Tahun Siang Malam Belum Menjamin Masuk Surga


Diantara sekian banyak hamba-Nya di dunia, Allah SWT memiliki seorang hamba yang menghabiskan hidupnya hanya untuk beribadah kepada-Nya selama 500 tahun lamanya. Ia hidup di puncak gunung yang berada di tengah laut. Padahal sekarang ini hampir tidak ada manusia yang hidup selama itu. Terlebih waktunya hanya untuk beribadah saja. Namun, ibadah selama itu apakah bisa menjamin jika seseorang akan masuk surga?. Lalu seperti apakah kisah orang yang beribadah selama itu?

Ibadah 500 Tahun Siang Malam Belum Menjamin Masuk Surga

Inilah Kisah Seorang Manusia yang Beribadah Selama 500 Tahun di Hari Kiamat
Kisah ini bermula ketika ada seorang hamba Allah yang hidup melaksanakan ibadah selama 500 tahun. Orang itu hidup di puncak sebuah gunung yang terletak di tengah lautan. Panjangnya 30 hasta dan lebarnya juga 30 hasta. Sedangkan 400 farsakh untuk jarak daerah itu dengan lautan pada masing-masing arah mata angin. Pada puncak gunung itu, Allah mengalirkan air seukuran jari dan airnya mengalir sedikit demi sedikit dengan penuh kejernihan hingga berkumpul di bawah kaki gunung.

Di tempat puncak itu, Allah juga menumbuhkan pohon delima yang berbuah pada setiap malamnya sebanyak satu kali. Pohon itu berbuah pada malam hari dan pada siang hari, orang tersebut memakannya. Pada suatu hari, ia turun ke bawah untuk mengambil air wudhu seperti biasanya. Setelah itu, ia langsung mengerjakan shalat dan berdoa kepada Allah jika ajalnya tiba maka ia dalam keadaan sujud. Dan terkabullah semua doa-doanya tersebut.

Pada hari kiamat, orang tersebut dibangkitkan dan dihadapkan pada Allah SWT, kemudian Allah berfirman bahwa orang tersebut akan dimasukkan ke dalam surga. Namun, orang itu membantah. Ia bertanya apakah Allah memasukkannya ke dalam surga karena perbuatan selama hidupnya. Kemudian, Allah menjawab karena Rahmat-Nya lah ia dimasukkan ke surga. Seseorang itu masih membantah, ia ingin masuk surga karena amal perbuatannya.

Setelah itu Allah memerintahkan para malaikat untuk menimbang amalan orang tersebut dengan kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah. Hasilnya pun mengatakan jika kenikmatan Allah pada penglihatannya lebih besar dibanding amalannya selama 500 tahun. Terlebih dengan kenikmatan pada anggota tubuh lainnya. Kemudian Allah pun berfirman untuk memasukkan orang itu ke dalam neraka. Inilah kisah seorang ahli ibadah.

Orang itu lalu berkata jika ia masuk ke surga karena rahmat Allah, maka ia bersedia untuk masuk ke surga. Dan Allah meminta agar orang itu dikembalikan ke hadapannya. Pada saat itu Allah bertanya, siapakah yang telah memberinya kehidupan, siapa yang menciptakannya, siapa yang menempatkannya pada puncak gunung itu, siapa yang memberinya makan dan minum, dan siapa yang memenuhi permintaannya untuk wafat dalam keadaan sujud. Semua jawaban yang keluar dari mulut orang itu adalah Allah SWT. Hanya Dialah sang Maha Kuasa. Inilah cara mendapatkan rahmat Allah.

Setelah itu Allah berfirman bahwa semua itu adalah berkah dari Allah dan hanya dengan Rahmat Allah, Dia memasukkan orang tersebut ke surga. Sungguh orang tersebutlah yang diberikan kenikmatan paling banyak dan kemudian Dia memasukkan orang itu ke dalam surga.

Berdasarkan kisah tersebut kita seharusnya sadar bahwa ibadah selama 500 tahun saja belum dapat menjamin seseorang untuk masuk ke dalam surga. Allah memasukkan orang tersebut bukan karena banyaknya amalan selama 500 tahun tapi karena rahmat Allah yang diberikan pada orang itu. Apalagi kita yang terhitung jarang dalam melakukan ibadah, terutama ibadah sunnah. Demikianlah kisah seorang manusia yang beribadah selama 500 tahun di hari kiamat.
0 Komentar untuk "Ibadah 500 Tahun Siang Malam Belum Menjamin Masuk Surga"

Back To Top