Kisah Penyesalan Anak Durhaka Setelah Tahu Matanya adalah Mata Ibunya


Orang tua sudah mengorbankan banyak hal untuk kita anaknya. Namun, terkadang kita tidak sadar akan hal itu dan justru berbuat buruk pada orang tua. Padahal ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Kisah mengenai penyesalan anak durhaka setelah tahu matanya adalah mata ibunya ini semoga dapat kita jadikan sebagai pelajaran untuk menjadi anak yang baik. 

Kisah Penyesalan Anak Durhaka Setelah Tahu Matanya adalah Mata Ibunya

Inilah Kisah Penyesalan Anak Durhaka Setelah Tahu Matanya adalah Mata Ibunya
Kisah anak durhaka dalam islam ini bermula dari lahirnya seorang bayi dimana sebelah matanya mengalami gangguan. Ibunya pun mengetahuinya dan berniat untuk memberikan sebelah matanya kepada bayinya tersebut. Akhirnya, mereka menjalani cangkok mata agar si bayi dapat melihat betapa indahnya dunia ini. hal tersebut menyebabkan si ibu hanya memiliki satu mata dan mata lainnya adalah palsu.

Selama bersekolah, si anak selalu diejek oleh teman-temannya karena ibunya yang bermata satu. Hal ini terus berlangsung selama ia bersekolah. Si anak merasa sangat malu atas keadaan ibunya itu. Hingga akhirnya, si anak mendapatkan beasiswa ke Universitas Singapore. Ia sekolah dan tinggal disana meninggalkan sang ibu sendiri. Sejak saat itulah, sang anak mulai menjauh dari hubungan bersama ibunya itu. Bahkan ia menikah dengan laki-laki di Singapore hingga memiliki anak.

Karena sudah lama tidak berjumpa, si ibu merasa sangat rindu kepada anaknya. Ia selalu bekerja dan mengumpulkan uang agar dapat membeli tiket untuk pergi ke Singapore. Hingga pada akhirnya, uang tersebut terkumpul dan sang ibu terbang ke Singapore untuk menemui anaknya itu. Setelah sampai di apartemen dimana anaknya tinggal, ia mencoba untuk masuk. Namun, satpam apartemen tersebut kemudian menelpon kamar sang anak tetapi sang anak mengaku tidak mengenali ibunya itu. Akhirnya, sang ibu tidak boleh masuk, bahkan oleh-oleh yang dibawanya itu tidak diijinkan untuk diberikan kepada sang anak.

Semakin lama, kesehatan sang ibu semakin menurun. Pada suatu hari, sang ibu telah meninggal. Tapi, sebelum ia meninggal, ia sempat menuliskan surat untuk anaknya tercinta itu. Surat tersebut kemudian diberikan kepada sang anak oleh kerabatnya.

Akhirnya, surat dalam kisah nyata anak durhaka itu sampai di tangan sang anak dan ia langsung membaca surat tersebut. Dalam surat itu dikatakan bahwa sang ibu sangat menyayangi anaknya dan sebelah mata yang sekarang ada di mata putrinya itu adalah mata sang ibu yang telah diberikannya ketika masih bayi. Setelah membaca surat itu, sang anak menangis sejadi-jadinya. Ia menyesal telah menjauhi ibunya, bahkan telah durhaka kepada ibunya itu.

Berdasarkan kisah anak durhaka kepada ibu di atas, kita tahu bahwa seorang ibu dalah sosok yang sangat berjasa dalam hidup kita. Dia rela mengandung selama 9 bulan dengan susah payah. Setelah itu, ia mendidik dan merawat kita dengan penuh kasih sayang. Percayalah, meskipun seorang ibu tidak mengatakan apa saja yang ia korbankan untuk kita, mereka pasti telah melakukan banyak hal demi kebaikan kita. Bahkan, di luar sepengetahuan kita, seorang ibu selalu berdoa kepada Allah mengenai apa yang terbaik untuk kita.

Sebagai seorang anak, sudah sepatutnya kita berbuat baik kepada orang tua. Sebaik-baiknya perilaku kita, tidak akan bisa membalas apa yang telah diberikan oleh orang tua. Dalam Islam juga diajarkan bahwa merawat orang tua adalah ladang surga bagi anak yang sholeh dan sholehah.
1 Komentar untuk "Kisah Penyesalan Anak Durhaka Setelah Tahu Matanya adalah Mata Ibunya"

Masya Allah, benar-benar kasihan ibu tsb, semoga sang bunda(alm) dapat terus mendapat ridho-Nya, dan sang anak harus sering datang ke makam membacakan do'a supaya ibu disana bisa tenteram menunggu di alam baka.
Alhamdulilah juga, dari sini saya dapat belajar apa maknanya mengalahkan ego sendiri..
Semoga cerita di atas dapat menjadi cermin bagi anak-anak yang merasa marah atau kecewa kepada orang tua, seperti saya.

Back To Top