Bani Ishaq, Pasukan Penakluk Konstantinopel di Akhir Zaman


Rasulullah menjelaskan mengenai salah satu tanda akan datangnya hari akhir adalah jatuhnya Konstantinopel  terakhir kalinya. Islam akan kembali menguasai negeri Turki dan setelah itu matahari akan terbit dari barat dan terjadilah hari akhir tersebut.

Bani Ishaq, Pasukan Penakluk Konstantinopel di Akhir Zaman

Islam memiliki sejarah yang perlu kita pelajari untuk mengenal agama Islam lebih dalam lagi. Kisah sejarah ini menceritakan tentang kondisi Konstantinopel yang jatuh. Seperti yang kita tahu, bahwa zaman dahulu, perluasan wilayah dan penguasaan masih sering terjadi.

Pada penaklukan pertama Konstantinopel terjadi pada masa Muhammad Al-Fatih yakni pada era kahlifah Utsmaniyah. Penaklukan ini terjadi melalui peperangan. Namun, berbeda dengan penaklukan pada zaman akhir kelak. Diketahui bahwa penaklukan terakhir akan terjadi pada era Imam Al-Mahdi.

Setelah Al-Malhamah Al-Kubra terdapat kejadian yang luar biasa dalam kehidupan manusia, yakni kejatuhan Konstantinopel. Penaklukan ini terjadi karena 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan tombak dan pedang, terlebih senjata berat. Mereka semua hanya menyerukan tahlil dan takbir, dan kemudian benteng Konstantinopel  pun terbuka. Tiba-tiba muncul kabar jika Dajjal sudah muncul ketika tentara Al-Mahdi mengumpulkan ghanimah.

Rasulullah menjelasan bahwa tidak akan terjadi hari kiamat sebelum terjadi penaklukan sebuah kota oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Mereka tidak membawa senjata apa pun melainkan hanya menyerukan nama Allah dalam tahlil dan takbir. Dengan seruan itu, para musuh di hadapannya pun sedikit demi sedikit gugur hingga seluruh wilayahnya sudah di kuasai. Namun, ketika mereka mengumpulkan harta perang, tiba-tiba terdapat satu orang (setan) yang mengatakan jika dajjal telah datang sehingga menyebabkan harta ghanimah tersebut ditinggalkan begitu saja.

Lalu siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq sehingga takluknya Konstantinopel? Terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa Bani Ishaq itu. Pendapat pertama menyatakan jika mereka merupakan bangsa Romawi yang telah masuk Islam pada akhir zaman. Sedangkan pendapat lainnya menyatakan jika mereka merupakan keturunan dari Al Aish. Untuk mengetahui kepastian siapa itu Bani Ishaq, kita harus mengetahuinya dengan mempelajari dalil mengenai hal tersebut. Rasulullah menjelaskan bahwa keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim akan membebaskan Konstantinopel. Mereka merupakan sisa dari pasukan Islam Madinah yang telah memenangkan pertempuran dengan Bangsa Rum di Malhamah Kubra. Oleh karena itu, pernyataan jika Bani Ishaq merupakan bangsa Eropa yang masuk Islam dan kemudian ikut dalam pasukan Al-Mahdi.

Bukan hanya Ashhabu Rayati yang merupakan pengikut dari Al-Mahdi, melainkan umat Islam pada awal kemunculannya. Namun beratnya tanggung jawab mereka dalam mengikuti pasukan Al-Mahdi, karena jihad atau peperangan yang harus mereka lalui terlalu berat. Pada perang Malhamah Kubra terjadi pengkristalan pasukan AL-Mahdi. Mereka terdiri dari 1/3 pasukan Al-Mahdi mundur dari pasukan, 1/3 mendapat syahadah, dan 1/3 adalah sisanya. Sisa pasukan itu akan selalu bertahan dalam perang dan jihad sehingga Rasul mengatakan jika sisa pasukan tersebut adalah orang yang terbaik. Mereka bukanlah penduduk asli Madinah meskipun datang dari kota tersebut.

Sebagai seorang muslim, kita harus percaya bahwa hari kiamat adalah suatu kepastian yang tidak diketahui kapan datangnya. Namun, Allah telah memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda datangnya hari kiamat. Sekarang ini, tanda-tanda tersebut sudah mulai kelihatan dan kita harus waspada. Mengapa harus waspada? Sebagai manusia biasa, pastinya kita memiliki kesalahan dan dosa. Apabila kiamat datang maka taubat kita sudah terlambat.
0 Komentar untuk "Bani Ishaq, Pasukan Penakluk Konstantinopel di Akhir Zaman"

Back To Top