Ini Bahaya Cumulonimbus, Awan Badai yang Ditakuti Pilot

Para pecinta Kumpulan Misteri, apakah Anda masih mengingat tentang musibah kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 pada bulan Desember 2014? Ya, ini adalah salah satu kecelakaan buruk yang terjadi dalam industri penerbangan. Kecelakaan yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2014 ini membuat pesawat Air Asia jatuh ke Laut Jawa. Hingga sekarang pencarian korban masih terus dilakukan dan masyarakat Indonesia sama sekali tidak akan melupakan kecelakaan tersebut. Kecelakaan tersebut disebut-sebut karena ada gangguan awan cumulonimbus yang membuat pesawat mengalami turbulensi. Dampak dari awan ini ternyata sangat besar dan bisa mengakibatkan pesawat jatuh. Semua pilot yang sudah memiliki jam terbang tinggi saja sangat takut dengan awan ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang awan cumulonimbus dan dampaknya bagi dunia penerbangan.


Apa itu Awan Cumulonimbus?
Banyak orang dari berbagai kalangan ilmuwan yang ikut merasakan dampak awan cumulonimbus. Awan ini sama sekali tidak dapat diprediksi. Ini bahaya awan cumulonimbus, awan badai yang ditakuti pilot banyak menjadi saksi sejarah beberapa kecelakaan pesawat terbang di dunia. Tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di luar negeri.

Awan cumulonimbus sebenarnya adalah salah satu jenis awan yang termasuk dalam golongan awan berat. Awan ini memiliki sifat yang berat, padat dan besar. Dalam sebuah gambaran awan ini disebut memiliki bentuk seperti awan besar, gunung, menara dan memiliki landasan yang cukup landai. Bahkan dalam awan ini terdapat berbagai macam jenis badai seperti hujan yang sangat lebat disertai petir yang sangat besar dan suara Guntur. Jadi kita bisa melihat bahwa awan ini sangat menakutkan dan terjadi di atas langit.

Bagaimana Awan Cumulonimbus Bisa Terbentuk?
Awan cumulonimbus yang terbentuk di atas langit memang tidak terbentuk dengan mudah. Ada berbagai macam kondisi cuaca yang mendukung terbentuknya awan cumulonimbus. Pada dasarnya dalam kondisi ini ada bagian lapisan udara yang terjadi di atas langit dan udara yang memiliki kapasitas tidak stabil. Udara yang membentuk awan cumulonimbus memiliki suhu agak hangat dan lembab. Selain itu awan cumulonimbus bisa terbentuk karena ada beberapa mekanisme pemicu yang menyebabkan udara hangat dari bumi bisa naik ke langit. Pemicu ini berasal dari pemanasan yang disebabkan dari udara gerakan pesawat atau disekitar pesawat, ada bagian udara dari bumi yang naik ke lapisan udara berikutnya, dan udara yang bisa mengangkat permukaan benda apa saja ke atas langit.

Apa Saja Jenis Awan Cumulonimbus?
Awan cumulonimbus yang dikenal dalam ilmu pengetahuan terbentuk dari berbagai macam sebab. Hal inilah yang membuat awan cumulonimbus memiliki berbagai macam jenis. Berikut ini jenis awan cumulonimbus yang semuanya bisa menyebabkan bahaya bagi penerbangan.

Awan Konveksi. Awan ini disebabkan karena ada bagian hasil dari lapisan pemanasan disekitar lokasi pesawat. Awan ini sering terbentuk pada penerbangan yang dilakukan pada sore hari. Beberapa jenis petir yang terjadi dalam awan ini seperti petir yang terjadi saat musim hujan. Awan ini bisa terbentuk tunggal dan biasanya masih dapat dihindari oleh pesawat.

Badai Orografis. Badai ini menyebabkan pesawat naik dalam kecepatan tinggi lalu turun dalam waktu yang lebih cepat. badai ini terbentuk karena ada aliran udara lembab di sekitar kawasan pegunungan. Jenis badai ini tidak mudah untuk dilewati.

Badai massal. Badai ini disebabkan ketika ada cuaca panas yang naik ke udara. Awan ini memiliki bentuk yang lebih besar dan sulit untuk dilawan. Karakter badai ini juga sangat sulit untuk dilewati. Ini termasuk jenis awan yang menakutkan bagi pilot.

Efek Badai Cumulonimbus untuk Pesawat
Semua jenis badai cumulonimbus menyebabkan bahaya yang besar bagi penerbangan pesawat. Bahkan pilot ahli yang sudah memiliki pengalaman besar belum tentu bisa keluar dari lingkaran badai ini. Berikut ini adalah beberapa macam efek yang akan dialami oleh pesawat ketika masuk ke awan cumulonimbus.

A. Pesawat akan mengalami turbulensi. 
Awan akan menyebabkan pesawat mengalami turbulensi. Hal ini disebabkan karena gerakan udara secara vertikal yang kuat dan menyebabkan ada pergeseran angin dalam pesawat. Angin akan menyebabkan pesawat berada dalam resiko besar untuk jatuh atau mendarat darurat.

B.Pesawat akan berada dalam penerbangan yang dipenuhi dengan badai atau hujan es. Kawasan udara yang terlihat dengan awan cumulonimbus akan membuat pesawat mendapatkan hujan es. awan ini akan membuat pesawat berada dalam jangkauan yang lebih sulit.

C. Pesawat bisa mengalami gangguan listrik. 
Resiko ini disebabkan karena petir bisa mengenai sistem listrik pada pesawat sehingga persawat bisa mengalami mati mesin dan jatuh.

Semua bagian yang berbahaya dalam awan cumulonimbus dapat menyebabkan pengendapan pada struktur badan pesawaat. Hal inilah yang membuat pesawat bisa mengalami mati mesin atau gangguan elektrik lain. Jadi, ini bahaya cumulonimbus, awan badai yang ditakuti pilot.
0 Komentar untuk "Ini Bahaya Cumulonimbus, Awan Badai yang Ditakuti Pilot"

Back To Top