Ternyata Selama Ini Kita Dibodohi Oleh Mitos Kedokteran Tentang Kucing


Selama ini kita tahu, bahwa salah satu hewan yang disukai oleh Nabi Muhammad adalah kucing. Tapi banyak orang yang menghindari kucing karena alasan yang telah dikeluarkan oleh pihak kedokteran. Ternyata selama ini kita sudah dibohongi oleh mitos kedokteran tentang kucing yang mengatakan jika di bulu kucing terdapat virus yang berbahaya.

Ternyata Selama Ini Kita Dibodohi oleh Mitos Kedokteran Tentang Kucing

Selama ini berkembang mitos tentang memelihara kucing yang mengatakan bahwa terdapat virus berbahaya (terutama bagi perempuan) di bulu kucing. Padahal banyak orang yang menyukai kucing karena tingkah lucunya yang membuat senang pemelihara. Hal ini membuat para pecinta kucing khawatir. Tapi sekarang ini, para wanita pecinta kucing tak perlu khawatir. Ternyata kabar yang tersebar ini tidaklah benar. Berita ini berawal dari cerita anjing yang diangkat pada politik XII sehingga para penonton akan menganggap bahwa Anjing merupakan hewan yang bersih dan sehat.

Lalu bagaimana dengan mitos tentang kucing yang sebenarnya?
Nabi Muhammad sangat menyukai hewan kucing ini. Bahkan beliau memiliki kucing yang bernama Muezza. Suatu hari, kucing itu tertidur lelap di jubah Nabi padahal Nabi ingin menggunakan jubah itu. Karena tidak ingin membangunkan kucingnya, Nabi justru memotong lengan dari jubah itu. Saat Nabi kembali ke rumah, kucing tersebut merunduk pada majikannya. Nabi membalasnya dengan belaian kasih sayang ke badan mungil itu sebanyak tiga kali.

Pada kesempatan lain, ketika Nabi menerima tamu, beliau selalu menggendong kucingnya dan meletakkannya di paha beliau. Terdapat sifat dari kucing itu yang sangat disukai oleh Nabi, yakni ketika terdengar suara adzan maka Muezza mengeong-ngeong layaknya menirukan adzan tersebut.

Nabi berpesan kepada para sahabatnya bahwa mereka dianjurkan untuk menyayangi kucing layaknya menyayangi keluarganya sendiri. Bahkan Rasul menegaskan bahwa siapa saja yang menyakiti hewan ini maka mereka akan mendapatkan hukuman yang berat. Sebuah hadits mengisahkan seorang wanita yang tidak memberikan makan pada kucingnya. Selain itu, ia tidak melepaskan kucingnya untuk mencari makanan sendiri. Hukuman bagi wanita itu berupa siksa neraka. Bahkan dalam beberapa hadits dijelaskan bahwa kucing tidak memiliki najis. Selain itu, air bekas minuman kucing diperbolehkan untuk digunakan wudhu.

Terdapat beberapa fakta dan mitos tentang kucing mengenai keistimewaan kucing yang perlu kita ketahui, yakni:

1. Kulit kucing memiliki otot yang berguna untuk menghilangkan telur bakteri. Selain itu, otot kucing dapat menyesuaikan ketika manusia menyentuhnya. Permukaan lidah yang terdapat benjolan runcing membuat lidah tersebut dapat membersihkan akteri atau kuman yang ada di badannya. Selain itu, ketika minum tidak akan ada setetes air pun yang keluar dari mulutnya.

2. Pada penelitian yang telah ditemukan didapatkan bahwa tidak ada kuman yang berbahaya di tubuh kucing. Penelitian ini sudah dilakukan berulang-ulang dengan hasil yang sama. Jika pun ada, kuman tersebut adalah kuman yang biasa terdapat di manusia juga. Kucing sangatlah menjaga kebersihan badannya. Hal ini dibuktikan dengan kucing yang tidak suka dengan air karena air adalah salah satu tempat yang paling subur dalam pertumbuhan kuman.

Sebagai seorang muslim kita harus mencari tahu ilmu sebelum melakukan sesuatu, termasuk mengenai kebenaran mitos tentang kucing 3 warna. Sehingga kita tidak akan mudah untuk percaya terhadap suatu hal sebelum mengetahuinya secara pasti.
0 Komentar untuk "Ternyata Selama Ini Kita Dibodohi Oleh Mitos Kedokteran Tentang Kucing"

Back To Top