Ternyata Inilah Yang Diinginkan Allah Swt dari Umat Manusia


Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang dilengkapi dengan akal yang sempurna dan inilah yang diinginkan Allah Swt dari umat manusia. Setiap manusia di dunia ini berkewajiban untuk beribadah dan beriman kepada Allah SWT tetapi semua itu hanya untuk kepentingan manusia sendiri. Lalu apa yang diinginkan Allah dari hambanya ini?

Ternyata Inilah Yang Diinginkan Allah Swt dari Umat Manusia

Kesuksesan! Ini Yang Diinginkan Allah Swt dari Umat Manusia
Misi allah swt untuk manusia adalah mencapai kesuksesan di dunia dan juga di akhirat untuk kesempurnaan manusia itu sendiri. Allah sama sekali tidak mengharapkan keuntungan akan semua kesuksesan yang akan dicapai manusia. Lalu bagaimana manusia dapat mencapai kesuksesannya?

Dalam QS. Al-A’la pada ayat 14 serta QS. As-Syams pada ayat 9 telah tertulis dengan jelas bahwa seorang hamba yang sukses adalah orang yang dapat mensucikan dirinya. Penyucian diri merupakan hal utama yang harus dilakukan oleh setiap hamba yang ingin mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Jika dalam diri seorang manusia masih memiliki hati yang kotor maka dia tidak akan mendapat kesempurnaan. 

Allah SWT telah memberikan larangan dan juga perintah yang harus dipatuhi oleh setiap manusia, semua perintah dan larangan itu merupakan media untuk mewujudkan manusia yang sukses dan hatinya bersih dari dosa. Bahkan Allah juga sengaja mengutus para Nabi untuk membawa umat manusia menuju kesempurnaan dan kesuksesan dunia akhirat, hal ini telah tertulis dengan jelas dalam QS. Jumu’ah pada ayat 2 serta QS. As-Syams pada ayat 1-9.

Allah SWT menginginkan setiap manusia untuk mencapai puncak kesempurnaan dan kesuksesan dunia akhirat sehingga dapat mengantarkan mereka ke gerbang pintu surga untuk mendapatkan kenikmatan abadi, inilah kewajiban manusia menurut Islam.

Banyak orang yang berfikir bahwa Islam adalah agama yang hanya mementingkan kepentingan akhirat saja dan mengesampingkan masalah dunia sehingga seolah-olah Islam mengajarkan umatnya untuk hidup miskin didunia. Padahal semua itu salah besar, Allah telah menuliskan janji-Nya dalam QS. An-Nahl ayat 97 bahwa Allah akan memberikan kehidupan yang baik bagi setiap manusia yang mengerjakan kebaikan dan akan melipatgandakannya diakhirat kelak, inilah yang harus dilakukan manusia.

Sesungguhnya tolok ukur kenikmatan dunia adalah seberapa dekat seorang hamba kepada Allah SWT dan kedekatan itu hanya dapat diraih dengan adanya kesucian hati. Seorang hamba yang mencapai kesuksesan dunia dan akhirat akan memiliki kehidupan yang tenteram dan bahagia serta tidak memiliki kekurangan apapun karena Allah akan senantiasa memberikan kecukupan kepada dirinya dalam setiap kondisi. Sedangkan orang yang berpaling dari Allah maka akan memiliki kehidupan yang sulit baik didunia maupun diakhirat kelak, hal ini telah tertulis dengan jelas dalam QS. Thaha pada ayat 123. 

Harta melimpah tidak menjadikan jaminan bahwa kesuksesan telah diraih karena belum tentu mereka bahagia dengan yang mereka miliki maka tak heran jika banyak orang yang telah memiliki harta melimpah tetapi malah bunuh diri dan depresi karena tidak mendapatkan kebahagiaan.

Kebahagiaan tidak dapat diukur dengan harta dan hanya dapat dirasakan dengan hati. Hidup tenteram, damai, sehat, dan sejahtera bersama keluarga merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai dengan harta. Ketentraman hati hanya dapat diraih dengan selalu mengingat Allah SWT.

Sungguh celaka bagi setiap manusia yang berpaling dari Allah SWT karena telah memberikan fasilitas sangat lengkap untuk mengantarkan setiap manusia mencapai kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Dalam QS. At-Thalaq telah dijelaskan bahwa Allah menurunkan hukum-hukum melalui para Nabi untuk mengantarkan manusia mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Semua syariat dalam Islam hanya diperuntukkan untuk kepentingan manusia bukan untuk kepentingan Allah SWT. Demikian informasi seputar kesuksesan manusia di dunia dan akhirat, ini yang diinginkan Allah Swt dari umat manusia.
0 Komentar untuk "Ternyata Inilah Yang Diinginkan Allah Swt dari Umat Manusia"

Back To Top