Ketika Ragu dalam Shalat Sudah Rakaat Ke Berapa, Lakukan Hal Ini


Dalam melaksanakan shalat kadang sering muncul keraguan dalam diri seseorang yaitu sudah berapa rakaat dan di rakaat berapa shalatnya. Misalnya lupa sudah telat 2 rakaat atau 3 rakaat. Hal ini mungkin pernah kita alami bersama saat sedang beribadah. Lalu apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi pada diri anda? Berikut akan dijelaskan selengkapnya.

Ketika Ragu dalam Shalat Sudah Rakaat Ke Berapa, Lakukan Hal Ini

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam kitabnya yang berjudul Tanya Jawab tentang Rukun Islam, menyebutkan bahwa wajib bagi mereka yang ragu dalam rakaat shalatnya untuk meyakinkan jumlah yang lebih kecil. Dengan maksud, jika shalat yang dilakukan adalah 4 rakaat, ia haruslah meyakinkan sudah 3 rakaat. Pada saat rakaat ke empat ia harus melakukan sujud sahwi. Apa yang dimaksud dengan sujud sahwi?

Sujud Sahwi. Tata Cara, Bacaan dan Sebabnya.
Sujud sahwi secara istilah merupakan sujud dua kali sujud yang dilakukan karena lupa terhadap hal penting dalam ibadah shalat. Misalnya kelebihan atau kekurangan rakaat shalat, atau jika ada salah satu rukun shalat yang tertinggal, seperti misalnya terlupa tasyahud awal.

Sujud sahwi dilakukan dengan cara memulai takbir dalam keadaan tetap duduk, lalu kemudian melakukan sujud dan berdoa seperti bacaan sujud biasa. Setelah itu takbir dan bangkit untuk duduk (tanpa membaca doa) lalu takbir untuk kembali sujud lagi untuk yang kedua kalinya dan berdoa seperti sujud biasa. Setelah itu takbir lagi untuk bangkit dari sujud seperti tasyahud akhir (tidak berdoa tasyahud). Selanjutnya salam.

Ini sesuai dengan petunjuk hadits Nabi Muhammad SAW berikut :

Setelah salam (menyempurnakan shalat) beliau bertakbir (dalam keadaan tetap duduk) dan sujud seperti sujud biasa atau agak panjang sedikit, lalu mengangkat kepala (untuk duduk) dan bertakbir, setelah itu beliau bertakbir lagi dan sujud seperti sujud biasa atau agak lama kemudian mengangkat kepala dan bertakbir.” Kemudian beliau s.a.w. salam…“.  (H.R. Bukhari No. 1152)

Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal ini dalam kasus kekurangan rakaat), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (H.R. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Dalil dari Rasulullah SAW:

“Jika seseorang dari kalian ragu dalam salatnya, lalu ia tidak tahu berapa yang telah ia kerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah ia membuang keraguan dan membangun atas apa yang ia yakini, kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata ia salat lima rakaat, kedua sujud itu menggenapkan salatnya. Dan jika ia salat sempurna (4 rakaat), maka kedua sujud itu merupakan kemenangannya atas Syetan. (Hadis dikeluarkan Muslim dalam shahihnya)

Perbedaan Pendapat Mengenai Sujud Sahwi
Hanya saja dalam hal ini para ulama memiliki perbedaan pendapat apakah sujud sahwi terdapat tasyahud dan salam, atau tanpa tasyahid tapi dengan salam. Atau ada juga pendapat dibedakan antara sebelum salam dan setelahnya.

Imam Ibnu Abdil Bar Rahimahullah menjelaskan dengan ringkas perbedaan tersebut seperti berikut:
Mereka berbeda pendapat mengenai tasyahud dan salam pada dua sujud sahwi. Sekelompok ulama menyebutkan tidak ada tasyahud dan tidak ada salam, pendapat ini diriwayatkan dari Anas bin Malik, Al Hasan Al Bashri, dan riwayat dari Atha, dan ini merupakan pendapat Al Auzai dan Asy Syafii, karena menurut mereka semua sujud dikerjakan sebelum salam, maka tidak ada alasannya untuk mengulangi tasyahud bagi dua sujud itu. Diriwayatkan dari Atha: jika mau silahkan tasyahud dan salam, jika tidak maka jangan lakukan.

Sebagian fuqaha menyebutkan dalam kitab-kitab mereka bahwa disunnahkan bacaan dalam sujud sahwi adalah: Subhana man laa yashuu wa laa yanaam. Maha Suci Yang tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur.

Doa ini berserakan dalam kitab-kitab fiqih induk mazhab Hanafi dan Syafii seperti:

1. Mazhab Hanafi
Imam Ahmad bin Muhamamd bin Ismail Ath Thahawi, Miraqi Al Falah, Hal. 298

2. Mazhab Syafii
Imam An Nawawi, Raudhatuth Thalibin, 1/315
Imam Sulaiman bin Muhammad Al Bujirumi, Hasyiyah Al Bujirumi Alal Minhaj, 3/106.
Imam Zakariya Al Anshari, Asna Al Mathalib, 3/156.
Imam Ar Rafii, Syarh Al Kabir, 4/180.
Imam Ibnu Hajar Al Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, 7/136.
Imam Sulaiman bin Umar Al Jumal, Hasyiyah Al Jumal, 4/236.
Imam Syihabudin Al Qalyubi dan Imam Ahmad Amirah, Hasyiyah Qalyubi wa Amirah, 3/97
Imam Ibnu Ruslan, Syarh Kitab Ghayah Al Bayan, 1/ 209
Imam Zainuddin Al Malibari, Fathul Muin, 1/97
Imam Muhammad Al Khathib Asy Syarbini, Mughni Muhtaj, 3/93
Imam Syihabuddin Ar Ramli, Nihayatul Muhtaj, 5/233

Namun bacaan ini tidak shahih dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, tidak ada keterangan yang sah tentang ucapan yang mesti dibaca dalam sujud sahwi.

Setelah membaca artikel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sujud sahwi adalah suatu syarat yang harus dikerjakan apabila kita ragu dalam Shalat atau lupa berada pada rakaat ke berapa. Jadi , Silakan untuk memilih pendapat mana yang lebih kuat atau lebih mudah atau lebih logis menurut Anda.
0 Komentar untuk "Ketika Ragu dalam Shalat Sudah Rakaat Ke Berapa, Lakukan Hal Ini"

Back To Top