Rahasia di Balik Keberkahan Negeri Yaman


Mungkin banyak diantara kita yang tidak tahu mengenai keberkahan yang diberikan Allah kepada Negeri Yaman. Yaman adalah salah satu tempat yang penuh berkah selain Palestina dan Arab Saudi dengan Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawarah nya. Mari kita simak sebuah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari “Ya Allah, berkahilah bagi kami di dalam Syam kami. Ya Allah, berkahilah bagi kami di dalam Yaman kami.”

Rahasia di Balik Keberkahan Negeri Yaman

Sebuah pertanyaan penting untuk bisa dijawab, mengapa Allah SWT melimpahkan keberkahan dan Menjadikan Yaman sebagai salah satu Negeri yang senantiasa memperoleh keberkahan yang melimpah? Mengapa tidak untuk negeri lain di sekitarnya?

Allah SWT sudah menyebutkan bahwa Yaman adalah sebuah negeri dengan julukan baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur (Negeri yang aman, dan senantiasa mendapat ampunan Rabb-nya). Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad SAW merekomendasikan negeri ini sebagai hunian yang layak huni di akhir zaman nanti..

Rasulullah SAW ketika ditanyai oleh Sahabat Ibnu Hawalah seputar negeri Yaman menjawab “Jika kalian keberatan (tinggal di Syam), maka menetaplah di Yaman dan minumlah dari saluran air kalian. Sungguh, Allah telah berjanji kepadaku untuk menjaga Syam dan ahlinya.” Kalimat indah ini lah yang menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang merupakan orang yang menjelaskan sebab-sebab keberkahan di Yaman menyebutkan, “Penduduk Yaman adalah orang-orang yang paling halus nuraninya dan paling lembut hatinya. Iman adanya di Yaman dan hikmah juga ternisbat ke Yaman.”

Jika ingin mengkaji dari mana asal mula ataupun akar sejarah bermulanya keberkahan bagi negeri Yaman, yaitu berawal dari sabda Nabi yang terejawantah dalam sosok Thufail bin ‘Amr ad-Dausi. Ia merupakan pemimpin dari sebuah suku di Yaman. Di dalam Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A. Fillah mendefinisikan Thufail sebagai seorang pemimpin yang terkenal kehormatan, kejujuran, kedermawanan, kesantunan, dan akhlaknya yang mulia di masa jahiliyahnya (sebelum memperoleh hidayah).

Lelaki yang juga satu suku dengan Abu Hurairah ini menemui kisah keislamannya berawal saat ia melakukan ziarah ke Makkah. Namun sesampainya disana, Thufail diminta oleh kaum kafir untuk menyumbat telinganya menggunakan kapas. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar Thufail terlindungi dari mendengar perkataan-perkataan Nabi Muhammad SAW yang mereka anggap dengan sihir.

Namun yang namanya hidayah tetap tidak bisa dielakkan. Allah menunjukkan kekuasaannya, salah satu kapas ditelinganya terlepas dan ia tepat berada di tempat Nabi tengah duduk seraya membaca kitab suci Al-Qur'an. Kalimat indah yang keluar dari bacaan Al-Qur'an tersebut ternyata menyentuh hatinya dengan sangat amat lembut. Pada hari itu juga Thufail mengikrarkan dirinya masuk agama Islam.

Akhirnya beberapa tahun setelah kejadian itu, Thufail pun kembali ke Makkah dengan membawa 800 keluarga sebagai pengikutnya. Di antara rombongan itu, tersebutlah sosok semulia Abu Hurairah. Beliaulah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Jumlahnya sekitar 5000-an riwayat.

Demikian artikel yang membahas mengenai keberkahan yang terdapat di Negeri Yaman. Semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan keislaman tambahan untuk kita semua.
0 Komentar untuk "Rahasia di Balik Keberkahan Negeri Yaman"

Back To Top