Bangsa “KITA” Ternyata Pemegang Rahasia Akhir Zaman

Tak ada yang pasti di dunia ini, kecuali datangnya hari akhir. Entah kapan waktu itu tak ada yang tahu. Banyak isu yang beredar bahwa akhir zaman memiliki rahasia yang tidak banyak diketahui oleh orang. Dan bangsa “KITA” ternyata pemegang rahasia akhir zaman itu. Apa yang dimaksud dengan rahasia akhir zaman?

Bangsa “KITA” Ternyata Pemegang Rahasia Akhir Zaman

Inilah Penjelasan bahwa Bangsa “KITA” Ternyata Pemegang Rahasia Akhir Zaman
Rahasia akhir zaman ini berkaitan dengan adanya satu bangsa yang menuju daerah timur untuk mengembangkan keturunannya. Hal tersebut sama seperti apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Bangsa inilah yang menciptakan berbagai bangsa di Asia, yaitu Asia Tengah serta Asia Barat. Itulah awal mulanya peradaban manusia di dunia. Bangsa ini dikenal sebagai bangsa Jawi. Inilah rahasia akhir zaman yang ada di bangsa Jawi.

Siapakah sebenarnya bangsa Jawi itu? Orang-orang arab sering kali menyebut orang islam yang berasal dari Nusantara atau Asia Tenggara dengan sebutan bangsa Jawi. Jadi, keturunan Jawi tidak hanya merujuk pada orang-orang islam Jawa tetapi di Asia Tenggara.

Saat seorang ahli geografis Yunani, Ptolemy melukis peta semenanjung Tanah Melayu, ia menyebutnya dengan nama ‘Golden Chersonese’. Sedangkan menurut naskah-naskah India Purba memberikan nama semenanjung ini sebagai ‘Suvarnabhumi’ yang berarti tanah emas. Sebuah naskah Yahudi Purba menjelaskan bahwa sumber bekalan emas yang digunakan untuk membangun kerajaan Nabi Sulaiman didapatkan dari sebuah kerajaan purba yang berada di timur jauh (Ophir). Sedangkan naskah kuno Firaun Mesir dan hieroglif di dinding-dinding kuil menjelaskan bahwa sudah ada kapur barus, bahan pengawet, dan rempah-rempah yang digunakan untuk upacara ritual pengawetan mayat. Dan semua bahan itu didapatkan dari suatu kawasan di bagian Nusantara ini. Sangat menakjubkan, Nusantara ternyata pemegang rahasia akhir zaman.

Rempah-rempah telah diperdagangkan beribu tahun yang lalu. Bahkan Nusantara telah mampu mengekspor emas ketika bangsa lain hanya memperdagangkan gendang, kendi-kendi, dan keramik purba.

Bani Jawi Keturunan dari Nabi Ibrahim
Menurut Ibnu Athir dalam kitab al-Kamil menyatakan bahwa Bani Jawi merupakan keturunan Nabi Ibrahim. Profesor Universiti Kebangsaan Melayu memperolehkan data bahwa, di dalam darah DNA orang Melayu terdapat 27% Variant Mediterranaen yang merupakan DNA bangsa-bangsa dari EURO-Semitik. Variant Mediterranaen juga dapat ditemukan di DNA Bani Ibrahim yang lain, Bani Israel dan bangsa Arab.

Banyak peninggalan Nabi Ibrahim masih meninggalkan jejak yang jelas pada keyakinan suku Jawa dimana suku ini merupakan suku terbesar dari bangsa Jawi. Mereka menganut keyakinan monotheisme yang disebarkan oleh nabi Ibrahim, yaitu seperti adanya Sangkan Paraning Dumadi atau Sang Hyang Widhi.

Tidak hanya suku Jawa yang memiliki keyakinan ini, tetapi juga masyarakat Sunda Kuno yang dapat dilihat pada keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka mempunyai kepercayaan akan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepercayaan itu dilambangkan dengan ucapan ‘Nu Ngersakeun’ atau bisa disebut ‘Sang Hyang Keresa’. Oleh karena itu, wajar rasanya bila sebagian besar Bani Jawi memilih agama Islam sebagai keyakinan mereka. Karena sebenarnya, Islam berperan sebagai penyempurna ajaran monotheisme yang disebarkan oleh Nabi Ibrahim.

Itulah alasan kenapa rahasia akhir zaman ada di bangsa “KITA”. Bani Jawi yang dipercaya ada di Nusantara merupakan faktor utamanya. Bagaimana kebenarannya, belum ada kepastian hingga saat ini. Semoga dengan artikel fakta bangsa “KITA” ternyata pemegang rahasia akhir zaman dapat bermanfaat guna menambah wawasan kita. Bukan untuk menggoyahkan atau menggeserkan kepercayaan yang telah ada.
5 Komentar untuk "Bangsa “KITA” Ternyata Pemegang Rahasia Akhir Zaman"

AL QURAN: ADAKAH ISTILAH ‘KETURUNAN’ AHLUL BAIT, ‘KETURUNAN’ NABI DAN ATAU ‘KETURUNAN’ RASUL???

Anak Adam As tidak disebut sebagai ‘keturunan nabi’ karena Adam As memang tidal dalam berstatus sebagai ’nabi’ tapi sebagai khalifah (SQS. Al Baqarah, 2:30)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", [SQS. Al-A'raf, 7:172]

Nabi Ibrahim yang dianugerahgai sebagai Imam memohon agar keturunannya dianugerahi derajat jabatan mulia dari Allah SWT

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman:"Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim". [SQS. Al-Baqarah, 2:124]

Ibrahim As. dianugerahi anak dan cucu yang mempunyai derajat memperoleh petunjuk Allah SWT

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, [SQS. Al-An'am, 6:84]

Istilah penamaan ‘keturunan’ yang digunakan oleh Al Quran, nama pribadi bukan nama ‘jabatan’ dari sang tokoh

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para ‘nabi’ dari keturunan ‘Adam’, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan ‘Ibrahim’ dan ‘Israel’, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjukdan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka merekamenyungkur dengan bersujud dan menangis. [SQS. Maryam, 19:58]

Dari uraian di atas jelas bahwa dalam Al Quran tidak ‘dikenal’ sama sekali akan istilah atau sebutan ‘keturunan’ nabi-kah atau ‘keturunan’ rasul-kah atau ‘keturunan’ ahlul bait atau ‘keturunan’ imam atau ‘keturunan’ khalifah. Karena itu, dari yang kita dengar selama ini orang memperbincangkan soal bahwa tokoh si ‘A’ keturunan ‘nabi atau si B keturunan atau cucu bahkan cicit ‘rasul’ ataukah si ‘C’ keturunan ‘Ahlul Bait’ dsb.

Dan yang paling mengejutkan kita kaum Muslim sebagai umatnya bahwa dalam Al Quran tidak ada sama sekali sebutan dan istilah ‘KETURUNAN MUHAMMAD’ pada hal Beliau adalah RASUL ALLAH sekaligus PENUTUP PARA NABI atau MESIAS atau MESIAH sampai akhir zaman (SQS. Al Ahzab, 33:40).

Ya tidak sekedar deretan jabatan suci ini saja, tapi Beliau, Nabi Muhammad SAW adalah penerima Kitab Suci terakhir, AL QURAN dan sekaligus dimuat formal di dalamnya nama agama yang sama sekali TIDAK PERNAH DIMUAT nama agama apapun pada kitab-kitab suci sebelumnya. Agama yang sempurna serta sudah berproses EVOLUSI sejak era peradaban Adam As. sampai era peradaban Nabi Isa bin Maryam As, yakni ISLAM (SQS. Ali Imran, 5:3). Inilah mungkin suatu MUKJIZAT bagi kita Kaum Muslim sampai kiamat nanti.

IMAM MAHDI MENYERU
BENTUKLAH PASUKAN MILITER PADA SETIAP ZONA ISLAM
SAMBUTLAH UNDANGAN PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

Dengan memohon Ijin Mu Ya Allah Engkaulah Pemilik Asmaul Husna, Ya Dzulzalalil Matien kami memohon dengan namaMu yang Agung
Pemilik Tentara langit dan Bumi perkenankanlah kami menggunakan seluruh Anasir Alam untuk kami gunakan sebagai Tentara Islam untuk Menghancurkan seluruh Kekuatan kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan yang sudah merajalela di muka bumi ini hingga Dien Islam saja yang berdaulat , tegak perkasa dan hanya engkau saja Ya Allah yang berhak disembah !

Firman Allah: at-Taubah 38, 39
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Berjihad itu adalah satu perintah Allah yang Maha Tinggi, sedangkan mengabaikan Jihad itu adalah satu pengingkaran dan kedurhakaan yang besar terhadap Allah!

Firman Allah: al-Anfal 39
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.
Ketahuilah !, Semua Negara Didunia ini adalah Negara Boneka Dajjal

Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

Firman Allah: al-Hajj 39, 40
Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

Firman Allah: an-Nisa 75
Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

Firman Allah: at-Taubah 36, 73
Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

Firman Allah: at-Taubah 29,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

email : seleksidim@yandex.com

Dipublikasikan
Markas Besar Angkatan Perang
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Assammualaikum.. Bagus artikel ini.. Tapi harus diingat.. Bahawa bangsa jawi bukan hanya termaktub kepada suku jawa sahaja.. Bahasa jawi adalah bangsa yang meliputi etnik2 yang menggunakan bahasa melayu/ bahasa indonesia di asia tenggara ini.. Masyarakat melayu selatan thai mengaku mereka adalah jawi sejak beratus2 tahun lamanya. Begitu juga dengan orang2 melayu semenanjung, singapura, pulau sumatera dan brunei. Mereka ini semua telah mengguna pakai bangsa jawi ini sejak berkurun2 lamanya. Jawi bukannya ekslusif utk jawa. Jawi adalah bermaksud bangsa nusantara (asia tenggara) yg beragama islam. Harap maklum

Sebuah tulisan yang menuntut kita belajar tentang sejarah sesungguhnya. Semakin mengenal sejarah, tidak menutup kemungkinan semakin mengenal diri dan Tuhannya. Terimakasih

penulis nya orang jawa ya?? terlalu berpihak dan memaksa bahwasan nya bangsa jawi berubah menjadi jawa, gitu kah??
.
melayu adalah bangsa yg besar, terkhusus di asia tenggara ini, dari bangsa melayu ini lah lahir nya suku2 di indonesia ini.

Back To Top