Sakaratul Maut, Detik-Detik yang Menegangkan dan Menyakitkan


Setiap makhluk yang benafas di dunia akan mengalami kematian atau sakaratul maut. Tidak ada makhluk yang abadi dunia ini dan semua akan kembali kepada sang pencipta. Dalam Al-Qur’an dan hadits telah banyak dijelaskan bagaimana sakitnya kematian yang akan dialami oleh setiap makhluk di dunia ini dan manusia pun juga akan mengalaminya.

Sakaratul Maut, Detik-Detik yang Menegangkan dan Menyakitkan

Kematian merupakan hal yang dapat memisahkan manusia dengan semua kesenangan di dunia dan juga memisahkan ruh dengan jasadnya. Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan Syaddad bin Aus telah diterangkan bahwa kematian merupakan hal yang paling ngeri di dunia ini karena kesakitannya melebihi sakitnya tersayat gergaji atau gunting dan panasnya melebihi panasnya air yang mendidih. Jika ada mayat yang dapat bangun kembali dan menceritakan bagaimana dahsyatnya kesakitan dalam kematian maka semua manusia yang masih hidup akan mengalami kegelisahan sepanjang hari karena memikirkan kematian yang akan mereka alami.

Sakaratul maut menurut Islam telah banyak dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits. Dalam QS. Qaaf ayat 19 juga telah diterangkan bahwa sakaratul maut pasti akan menghampiri setiap manusia yang hidup di dunia ini dan manusia selalu ingin berlari darinya. Sakaratul maut merupakan hal yang pasti akan menimpa setiap manusia yang hidup dan hal ini harus diimani oleh setiap orang. Selain itu dalam QS. Al-Qiyamah ayat 26-30 juga telah diterangkan bahwa waktu perpisahan antara ruh dengan jasad akan diawali dengan nafas yang berhenti hanya sampai di kerongkongan, inilah tanda-tanda sakaratul maut.

Malaikat pencabut nyawa akan mendatangi setiap orang yang telah habis masanya di dunia ini dan dia akan memisahkan ruh dengan jasad orang tersebut dengan cara yang berbeda-beda dan dengan rasa kesakitan yang berbeda. Namun meskipun demikian, sakaratul maut sejatinya merupakan hal yang sangat menyakitkan sehingga banyak diantara manusia yang ingin memiliki hidup lebih panjang dan berlama-lama di dunia.

Setiap muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT kelak akan mengalami sakaratul maut lebih mudah dan ringan karena mendapat pertolongan dari Allah SWT, hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi. Dalam hadits Nabi ini telah dijelaskan bahwa sakaratul maut merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Malaikat pencabut nyawa akan mencabut nyawa setiap mukmin yang beriman dengan mudah dan ringan, selain itu malaikat akan mendatangi mereka dengan kesan sangat baik dan menggembirakan karena malaikat akan membawa kabar gembira akan nikmat surga yang telah Allah janjikan bagi mereka.

Kabar gembira bagi setiap mukmin yang beriman juga telah tercantum dalam QS. Fuhsillat ayat 30 yang menerangkan bahwa bagi setiap mukmin yang beriman kepada Allah SWT tidak perlu bersedih menghadapi kematian karena sejatinya sakaratul maut orang beriman merupakan pintu menuju surga yang telah Allah janjikan bagi mereka. Kegembiraan yang akan didapatkan oleh orang mukmin yaitu pada saat kematiannya, masa penantian di alam kubur, dan pada hari dirinya dibangkitkan kembali.

Sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, sakaratul maut merupakan pintu kesengsaraan dan malaikat akan mencabut nyawanya dengan sangat kasar dan sulit sehingga rasa sakitnya berlipat ganda. Tidak hanya itu saja, setelah melalui sakaratul maut mereka akan terus sengsara dalam kubur dan hari kebangkitan kelak sehingga jika seandainya mereka hidup kembali maka tidak akan ada waktu yang mereka buang kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Demikian informasi seputar sakaratul maut, detik-detik yang menegangkan dan menyakitkan, semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira saat sakaratul maut.
0 Komentar untuk "Sakaratul Maut, Detik-Detik yang Menegangkan dan Menyakitkan"

Back To Top