Mari Belajar dari Sifat Besi


Seperti yang kita tahu, besi memiliki keuletan dan kekokohan yang hebat. Meskipun demikian, besi dapat dibentuk dengan mudah. Hal inilah yang menggugah diri untuk mari belajar dari sifat besi. Dari besi kita akan belajar banyak hal sehingga membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi layaknya besi.

Mari Belajar dari Sifat Besi

Mari Belajar dari Sifat Besi yang Istimewa
Sebenarnya, besi mempunyai sifat yang istimewa. Meskipun ia terkenal keras, tapi ia patuh ketika dalam situasi yang mengharuskannya mencair dan lebur. Ia akan tunduk kepada siapa saja yang membuatnya. Tapi, ia juga memiliki kelemahan yakni sifat korosif sehingga mudah rapuh dan kekuatannya akan hilang. Allah menanamkan besi dengan sunatullah yang bisa menjadi pelajaran sebagaimana yang telah tertulis dalam dalil Al-Qur’an.

Dalil itu berisi bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi, malam dan siang secara silih berganti yang dapat dimengerti oleh orang-orang yang berakal. Berikut ini adalah pelajaran mari kita belajar dari sifat besi, yakni:

1. Orang yang tunduk dan patuh pada pembuatnya maka ia adalah orang yang mudah diluruskan dan dididik dalam kebaikan.

Apabila seseorang telah tunduk pada pembuatnya, maka apapun yang diberikan oleh pembuatnya akan masuk dengan mudah bagaikan spons. Seperti besi yang mudah untuk dibentuk, hati manusia juga mudah untuk diubah atau diarahkan jika sudah lunak. Namun, jika hatinya masih saja keras, maka ia akan menolak dan melawan pemberian pembuatannya. Jika tetap dipaksakan maka bisa menyebabkan besi itu patah. Meskipun ia mau tunduk, hasilnya pun tidak akan seindah hati yang lunak.

Mendidik hati manusia, sama seperti memperjuangkan hati agar lunak dan mau melakukan kebaikan. Oleh karena itu, ketika belajar murid dituntut untuk percaya, hormat dan tunduk terhadap guru mereka. Begitu juga jika ada seorang pasien yang tidak mau dinasihati oleh dokter, maka ia akan sulit disembuhkan.

2. Seseorang harus diantarkan dan dikondisikan dalam pendidikan agat hatinya lunak, luluh sehingga siap untuk dibimbing.

Menurut kitab al-Ghunyah, guru dianjurkan untuk memberikan nasihat paling bijak untuk muridnya. Ia harus menatap matanya dengan kasih sayang dan sikap yang lemah lembut ketika murid tidak dapat menyelesaikan tugasnya. Guru diharuskan mendidik murid layaknya seorang ibu yang mengasuh, seorang ayah yang menyayangi. Pertama, tugas yang diberikan janganlah yang sulit terlebih dahulu, jangan memberikan tugas dimana mereka tidak dapat menyelesaikannya. Setelah itu, baru tingkatkanlah kesulitan dari tugas untuk mereka. Sebaiknya guru juga memberikan nasihat agar mereka mengurangi keinginan menuruti nafsu buruk maka milikilah sifat besi.

3. Hati manusia harus selalu dijaga dan dirawat agar tidak kehilangan kekuatan dan berkarat.

Beberapa ulama mengatakan bahwa seperti besi yang akan berkarat jika tidak digunakan. Hati yang kosong atau jauh dari hikmah maka kejahatan akan mendominasi sebagian besar dari hati kita dan pada akhirnya mati. Inilah pelajaran dari sifat besi.

Maksud dari hikmah di atas adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan semua perbuatan, perkataan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan ketepatan, kebenaran, petunjuk, ma’fur, haqq, kebajikan, kemantapan, dan kestabilan sehingga kita akan jauh dari sifat batil, sembrono, melampaui batas, tolol, membahayakan, keras dan kasar.

Sebagai seorang muslim, kita bisa mencontoh sifat besi yang membuat hidup kita menjadi lebih baik dan menggunakan hati dalam setiap berbuat agar lebih dekat dengan hikmah Allah.
0 Komentar untuk "Mari Belajar dari Sifat Besi"

Back To Top