Saat Orang Ini Wafat, Allah SWT Tersenyum dan ‘Arsy Pun Bergetar


Pada masa Rosulullah telah banyak berkobar peperangan untuk menegakkan agam Islam dan memerangi bangsa Yahudi, dalam setiap peperangan tak sedikit dari sahabat Nabi yang gugur di medan perang sebagai syuhada’ dan saat orang ini wafat, Allah Ta’ala tersenyum dan ‘Arsy pun bergetar. Siapakah sahabat Nabi yang gugur dalam medan peperangan itu?

Saat Orang Ini Wafat, Allah SWT Tersenyum dan ‘Arsy Pun Bergetar

Salah satu peperangan di masa Rosulullah yang memiliki peristiwa khusus yaitu perang Khandaq. Dalam peperangan ini Allah SWT telah memenangkan kaum muslimin dengan mudah sehingga mereka tidak melakukan pertarungan fisik yang banyak memakan korban jiwa. Allah SWT telah mendatangkan badai pasir yang sangat dahsyat untuk memusnahkan kaum kafir yang mencoba untuk memerangi kaum muslimin. 

Dalam peperangan itu, umat Islam mengalami satu kisah yang sangat istimewa yaitu meninggalnya salah seorang sahabat Nabi dalam keadaan syahid. Sahabat Nabi ini menggunakan baju perang yang memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran badannya sehingga lengannya terbuka. Saat berjaga, sahabat Nabi ini terkena panah pada bagian lengan dan lukanya sangat parah, sehingga menyebabkan dirinya meninggal dunia dalam keadaan syahid.

Melihat kematian salah seorang sahabat, Rosulullah bersabda bahwa Allah SWT tersenyum melihat kematian sahabat Nabi ini yang telah mati syahid dan saat lelaki ini wafat, 'Arsy bergetar untuk dirinya. Sungguh beruntung baginya dan pintu surga telah terbuka untuknya.

Sahabat Nabi yang telah mati syahid itu merupakan seorang pemuda dari seorang ayah bernama Mu’adz bin Nu’man dan seorang ibu yang bernama Kabsyah binti Rafi’. Kedua orang tua sahabat Nabi ini merupakan seorang muslim yang pertama berbaiat kepada Rosulullah.

Dari kedua pasangan suami istri ini lahirlah seorang pemuda yang menjadi pejuang Islam dan selalu setia untuk berkorban demi agama Islam meskipun dia tahu bahwa nyawanya bisa melayang dan Allah SWT telah menjamin surga untuknya di akhirat kelak. Rosulullah juga telah menjelaskan bahwa seorang muslim yang mati syahid peperangan jihad akan terjamin surga untuknya dan bagi keluarganya yang ditinggalkan akan mendapat syafaat. Sahabat Nabi yang beruntung ini bernama Sa’ad bin Mu’adz karena Arsy Allah bergetar dengan wafatnya orang ini.

Inilah kabar gembira yang bagi setiap muslim yang gugur dalam peperang jihad di jalan Allah SWT dan kabar gembira pula bagi keluarganya yang telah ditinggalkan. Tetapi pihak keluarga yang ditinggalkan harus ikhlas menerima semua takdir Allah SWT yang diberikan kepadanya dan selalu berserah diri kepada Allah SWT.

Rosulullah juga berdoa kepada Allah SWT agar keluarga sahabatnya yang telah ditinggal mati dalam medan perang dapat menghilangkan kesedihannya, menghilangkan musibah mereka, dan mendapatkan pengganti yang terbaik untuk mereka sekeluarga. 

Sebelum perang Khandaq berlangsung, sang ibu dari Sa’ad bin Mu’adz mengetahui bahwa baju besi untuk perang anaknya tersebut kekecilan sehingga lengannya terbuka. Melihat kondisi ini sang ibu tetap mengijinkan anak lelakinya untuk ikut berperang dan berjihad di jalan Allah SWT. Sungguh besar hati ibu Sa’ad bin Mu’adz ini sehingga dia rela dan ridho anaknya pergi untuk berperang membela ajaran Islam meskipun dalam kondisi baju besi yang kekecilan sehingga dapat berpeluang besar untuk terkena panah atau pedang yang dapat mengancam nyawanya. 

Sang ibu menangis didekat jasad putranya yang telah mati syahid, kemudian Rosulullah berkata kepadanya untuk menghapus air matanya karena Allah SWT tersenyum dan seluruh ‘Arsy bergetar untuk putranya itu. Demikian informasi seputar kisah seorang sahabat Nabi dalam peperangan dan saat orang ini wafat, Allah Ta’ala tersenyum dan ‘Arsy pun bergetar.
0 Komentar untuk "Saat Orang Ini Wafat, Allah SWT Tersenyum dan ‘Arsy Pun Bergetar"

Back To Top