Waktu Tidur yang Dianggap Makruh Dalam Islam


Berdasarkan ajaran Islam, segala perbuatan dapat dijadikan ibadah. Islam adalah agama yang paling sempurna karena setiap aspek kehidupan pasti diatur oleh-Nya, termasuk adab tidur. Tidur adalah salah satu kegiatan yang penting dalam hidup manusia. Tidur adalah saat dimana setiap organ dan tubuh kita dapat beristirahat dari aktivitas yang melelahkan. Dengan tidur maka tubuh kita dapat kembali segar dan siap untuk menjalani aktivitas pada hari itu. Kita harus tahu bagaimana adab tidur dalam Islam, seperti waktu yang diperbolehkan ataupun yang dilarang.

Waktu Tidur yang Dianggap Makruh Dalam Islam

Otot-otot yang kencang, urat-urat yang mengerut dan tubuh yang lelah setelah seharian beraktivitas maka kita dapat memulihkannya dengan tidur, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Di dalam Al-Qur’an, Allah telah berfirman mengenai perintah untuk tidur. Tapi, kita harus tahu bahwa ada waktu tidur yang dilarang karena dianggap makruh, yaitu:

1. Tidur sebelum Isya
Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa sebagian besar ahli ilmu mengatakan hukum makruh jika kita tidur sebelum shalat Isya’ dan berbicara setelah itu. Ulama lain mengatakan jika kebanyakan hadits Nabi telah melarangnya, tapi ada juga sebagian ulama membolehkan tidur sebelum Isya’ hanya untuk bulan Ramadhan. Ada juga yang menyatakan jika seseorang diperbolehkan tidur sebelum Isya’ jika kebiasaan tidurnya tidak akan melewati batas. Makruhnya waktu ini karena ditakutkan jika orang tersebut melewati batas waktu sholat Isya’. Namun jika ia sudah terbiasa tidur sebentar dan masih bisa melakukan sholat Isya’, bahkan disertai dengan sholat Tahajud maka diperbolehkan. Waktu tidur yang makruh ini tergantung dengan kebiasaan tidur kita.

2. Tidur setelah shalat subuh
Sebuah hadits menjelaskan bahwa kita dilarang untuk tidur di waktu antara shalat subuh dan terbitnya matahari karena saat itu adalah waktu yang begitu berharga. Orang-orang sholeh memiliki kebiasaan yang menarik dalam memanfaatkan waktu tersebut. Meskipun mereka masih ada kegiatan pada malam harinya tapi mereka tidak menggunkan waktu pagi itu untuk beristirahat. Hal ini dikarenakan bahwa waktu itu dapat dikatakan sebagai kunci dalam sehari. Waktu itu akan diturunkan rezeki, turunnya keberkahan, adanya pembagian, dan mengembalikan semua peristiwa di hari itu atas kejadian ketika yang mahal itu. Bahkan dikatakan jika tidur pada waktu itu disebut sebagai tidur yang terpaksa.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita harus bisa menempatkan diri dimana waktu untuk beristirahat atau tidur dan mana yang harus beraktivitas menggapai keberkahan Allah. Tidurlah pada waktu tidur yang baik menurut Islam agar dihitung sebagai ibadah.

Waktu pagi sebenarnya adalah waktu yang paling tepat untuk memotivasi diri agar semangat dalam menjalani hidup pada hari itu. Apabila kita tidur setelah sholat subuh maka tubuh kita juga akan terbawa lemas dan malas sehingga tidak baik untuk memotivasi diri. Bahkan ada pepatah yang menyebutkan jika kita tidak bangun dan segera beraktivitas di pagi hari maka rezeki kita akan dipatok ayam. Sedangkan untuk waktu sebelum Isya’, kita harus tahu kebiasaan tidur kita. Jika kita tidak bisa hanya tidur sebentar maka janganlah tidur sebelum melaksanakan sholat Isya’ agar waktunya tidak terlewatkan karena tidur sehingga sholat tidak akan tertinggal.
0 Komentar untuk "Waktu Tidur yang Dianggap Makruh Dalam Islam"

Back To Top