Kisah Kematian Terindah Dalam Sejarah Manusia


Sepanjang hidupnya, beliau selalu berbuat baik kepada setiap orang, termasuk mereka yang jahat atau berperilaku buruk pada beliau. Rasulullah telah mengorbankan banyak hal untuk agama Islam hingga mudah dijangkau oleh seua orang. Kematian terindah dalam sejarah manusia, yakni detik-detik Rasulullah wafat.

Kisah Kematian Terindah Dalam Sejarah Manusia

Kisah ini akan menceritakan detik-detik terakhir wafatnya manusia paling mulia, yaitu Rasulullah. Wafatnya Nabi Muhammad SAW membawa kesedihan yang mendalam kepada seluruh umat manusia. Inilah detik-detik wafatnya Rasulullah.

Sebelum Nabi wafat, beliau sempat melakukan haji terakhirnya yakni haji wada’ atau haji perpisahan. Pada saat itulah Allah telah menurunkan firman-Nya bahwa saat itu Allah telah menyempurnakan untuk nabi agamanya, dan telah Allah cukupkan nikmat-Nya dan telah Allah ridhai Islam menjadi agama bagi beliau.

Abu Bakar pun menangis setelah mengetahui firman Allah di atas, kemudian Rasulullah bertanya mengapa sahabatnya itu menangis. Abu Bakar menjawab jika kabar itu adalah berita kematian Rasul. Kisah kematian Rasulullah SAW membawa duka yang teramat dalam bagi para sahabatnya.

Mulai saat itulah, Rasul mengalami sakit-sakit, dan beliau ingin mengunjungi syuhada ‘Uhud. Beliau pun berangkat pada pagi hari dan berkata jika mereka adalah orang-orang yang telah wafat lebih dahulu, dan beliau akan menyusul mereka nantinya.

Sepulang dari berziarah, Rasul pun menangis. Para sahabat bertanya mengapa Rasul menangis. Kemudian Rasul menjawab jika beliau merindukan sahabat-sahabat seiman. Lalu para sahabatnya bertanya bukankan mereka adalah sahabat-sahabat Rasul. Ya, memang mereka adalah sahabat Rasul, tapi maksud dari sahabat seiman adalah orang-orang setelah beliau, mereka beragama Islam tapi mereka belum pernah melihat dengan beliau.

Sepulang dari menghadiri jenazah di Baqi’, beliau merasakan pusing dan panas yang tinggi. Beliau pun mulai mengalami sakit dan terus bertambah parah. Meskipun demikian, beliau tetap menjadi imam selama 11 hari. Pada hari berikutnya, beliau meminta Abu Bakar untuk menggantikannya menjadi imam dalam shalat. 

Tiga hari sebelum beliau wafat, Rasulullah berada di rumah Sayyidah Maimunah. Beliau memerintahkan agar para sahabatnya mengumpulkan istri-istri beliau. Setelah terkumpul, beliau meminta ijin untuk tinggal di rumah Aisyah dan semua istrinya mengizinkan.

Sesampainya di rumah Aisyah, Rasulullah pun mengeluarkan keringat begitu banyak. Kemudian, Aisyah mengusap keringat itu dengan tangan beliau sendiri karena tangan beliau lebih lembut dan lebih mulia.

Hingga tibalah malaikat Jibril yang datang dan memberitahu bahwa telah datang malaikat maut di depan pintu untuk meminta izin menemui beliau. Sungguh tidak ada salah seorang pun yang dimintainya izin dan Rasul mengizinkan.

Malaikat maut pun masuk sembari memberikan salam. Ia mengatakan bahwa Allah telah mengutusnya untuk memberikan pilihan pada Rasul, apakah ia ingin tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat. Dalam waktunya menjelang wafat, beliau selalu mengingat umatnya. Sungguh mulia hati beliau, dalam keadaan yang menyakitkan ini pun beliau masih memikirkan umatnya. Kemudian, tangan Rasul pun melemah dan kepala beliau menjadi berat di bagian atas. Bahkan malaikat Jibril pun tak tahan melihat kekasih Allah mengalami sakit saat menjelang wafat. Hingga malaikat maut pun telah mencabut nyawa Rasul untuk menghadap Allah yang cintainya.

Pada saat wafatnya Nabi Muhammad, tangis semua umat menjadi pecah. Para sahabat dan uamt muslim tak tahan menahan sedih, mereka menangis karena orang yang paling mulia ini telah wafat. Bahkan ada seorang sahabatnya yang marah jika Rasul dikatakan telah meninggal. Menurutnya, Rasul tidak meninggal melainkan menemui Allah.
0 Komentar untuk "Kisah Kematian Terindah Dalam Sejarah Manusia"

Back To Top