Kisah Uwais Al-Qarni, Sang Penghuni Langit


Ia adalah seorang pemuda yang memiliki rambut merah, kulit kemerah-merahan, bermata biru, tangan kanannya menumpang di tangan kiri, bidang dadanya lapang panjang, berpenampilan tampan, dan wajahnya selalu melihat pada tempat sujudnya. Pemuda ini selalu membaca Al-Qur’an dan menangis ketika membacanya. Ia hanya memiliki 2 helai pakaian, bahkan sudah terlihat lusuh saat dipakai namun tidak ada yang menghiraukannya.

Kisah Uwais Al-Qarni, Sang Penghuni Langit

Tidak ada penduduk bumi yang mengenalnya, tapi ia sangatlah terkenal di langit. Apabila pemuda ini bersumpah atas nama Allah, pasti akan terkabul. Pemuda itu adalah Uwais al-Qarni. Tidak ada yang mengenalinya. Ia adalah seorang yang miskin, banyak orang yang senang mengejeknya, menertawakannya, bahkan menuduhnya mencuri dan banyak penghinaan yang diberikan padanya.

Pemuda ini berasal dari Yaman. Ia sudah lama menjadi yatim dan tidak memiliki saudara kecuali ibunya yang sudah lumpuh dan tua. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia bekerja sebagai penggembala kambing.

Rezekinya ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sang ibu. Apabila ia mendapatkan rezeki lebih, maka ia tidak segan untuk membantu tetangganya yang membutuhkan. Meskipun ia dalam kedaan yang sulit, hal ini tidak akan mengahalanginya untuk tetap membantu. Teladan Uwais Al Qarni ini memberikan kita contoh untuk selalu berbuat baik pada setiap orang.

Selama hidupnya, Uwais selalu berpuasa pada siang hari dan bermunajat pada malam harinya. Ia telah memeluk agama Islam sejak mendengarkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad untuk menyembah Allah di Yaman.

Aturan-aturan yang ada pada agama Islam telah menarik hatinya. Jadi setelah agama Islam masuk ke negeri Yaman, maka dengan segera ia memeluknya. Bahkan banyak saudara-saudaranya dari Yaman yang pergi ke Madinah untuk mengikuti dakwah Nabi.

Uwais sangat ingin pergi ke Madinah untuk mengikuti dakwah Nabi, tapi ia tidak dapat melakukannya. Hal ini dikarenakan ia tidak memiliki cukup harta untuk pergi ke sana dan ibunya yang sudah tua juga harus mendapatkan perhatiannya.

Dikisahkan saat terjadi perang Uhud, Nabi Muhammad SAW mengalami patah gigi dan cedera karena musuh-musuhnya telah melempari batu. Berita ini terdengar oleh Uwais. Kemudian ia segera memukuli giginya dengan batu sampai patah. Hal ini dilakukan sebagai tanda kecintaannya pada Rasulullah SAW, meskipun ia juga belum pernah bertemu dengan Nabi.

Karena perasaan rindu yang sangat besar membuat Uwais menceritakan semua isi hatinya pada sang ibu. Sang ibu pun terharu dan mengijinkan anaknya untuk pergi menemui Rasul. Uwais pun sangat bersemangat untuk berkemas menemui Rasul. Ia meminta para tetangganya untuk menjaga sang ibu selama ia pergi.

Akhirnya ia pun sampai ke rumah Rasul. Ia bertemu Aisyah dan diketahui bahwa pada saat itu Rasul sedang berada di medan perang. Betapa kecewanya Uwais, ia pun kembali lagi ke Yaman karena khawatir pada sang ibu.

Sepulangnya dari medan perang, Aisyah menyampaikan jika ada seseorang bernama Uwais yang mencarinya. Kemudian Rasul menjelaskan bahwa Uwais adalah penghuni langit. Bahkan beliau menghimbau pada para sahabatnya jika bertemu dengan Uwais, mintalah doa dan istighfar karena dia adalah penghuni langit.

Pada suatu hari, diketahui bahwa Uwais telah meninggal dunia. Banyak orang yang berebut untuk memandikannya, mengkafani, menyolatkan, bahkan mereka saling berebut untuk memakamkannya. Demikian kisah Uwais al-Qarni, sang penghuni langit.
0 Komentar untuk "Kisah Uwais Al-Qarni, Sang Penghuni Langit"

Back To Top