Inilah Cemburu yang Pernah Mendapat Teguran Allah


Kisah ini berasal dari cerita isri Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang istri, rasa cemburu adalah hal wajar yang dirasakan. Namun, jika cemburu itu berlebihan dan menimbulkan suatu hal yang buruk maka inilah cemburu yang dilarang oleh Allah.

Inilah Cemburu yang Pernah Mendapat Teguran Allah

Kita sering mendengar jika cemburu adalah tanda cinta. Seorang istri yang merasa cemburu pada suaminya adalah hal wajar. Namun, kita harus tahu bagaimana menempatkan rasa cemburu itu, jangan sampai rasa cemburu akan membawa murka Allah kepada kita.

Sebagai seorang istri yang muslimah, tentu kita akan gemetar dahsyat jika mendapatkan teguran dari Allah dengan keras. Apabila Allah dan malaikat-Nya telah berjauhan dengan kita, lantas siapa yang dapat kita mintai pertolongan dan perlindungan? Inilah cerita istri nabi Muhammad SAW.

Keadaan ini pernah dialami oleh dua istri Nabi Muhammad SAW, yakni Aisyah dan Hafsah. Kedua istri Nabi cemburu terhadap perhatian beliau yang diberikan kepada istri lainnya, yakni Zainab binti Jahsyi. Zainab sering menghidangkan madu saat Nabi berada di rumahnya dan Nabi sangatlah menyukai madu tersebut.

Rasa suka ini sepertinya diketahui oleh Aisyah dan Hafsah. Kemudian mereka bersiasat jika setelah Nabi pulang dari rumah Zainab dan kemudian datang ke rumah salah satu dari mereka, maka mereka akan mengatakan jika mereka mencium bau maghafir di diri Nabi dan memastikan bahwa Nabi telah meminum maghafir. Maghafir merupakan sesuatu yang serupa dengan getah di pohon ranats yang mempunyai rasa manis.

Cara keduanya pun berhasil. Kemudian, Nabi SAW mengatakan bahwa beliau tidak meminum maghafir melainkan madu di rumah Zainab. Beliau bersumpah bahwa beliau tidak akan meminumnya lagi. Oleh karena itu, beliau meminta kepada Hafsah untuk tidak memberitahukan hal ini pada orang lain.

Bahkan, sebuah dalil menjelaskan kisah ini. Dalil tersebut berisi pertanyaan kepada Nabi, mengapa beliau mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah? Apakah Nabi ingin menyenangkan hati istri-istrinya? Inilah kisah istri nabi Muhammad yang cemburu.

Tidak hanya menegur, Allah bahkan memerintahkan Nabi SAW untuk membatalkan sumpahnya yang dijelaskan dalam sebuah dalil, yakni sesungguhnya Allah telah mewajibkan Nabi untuk membebaskan diri dari sumpahnya dan Allah akan melindunginya.

Karena Hafsah telah mengetahui suatu hal dari Nabi, maka ia pun memberitahu Aisyah. Sebuah dalil menjelaskan bahwa Nabi telah memberitahukan rahasianya kepada Hafsah dan meminta Hafsah untuk merahasiakannya.Tapi, ia justru memberitahukan hal tersebut pada Aisyah. Semua perilaku Hafsah dan Aisyah ini kemudian diberitahukan kepada Nabi oleh Allah SWT.

Keduanya akhirnya mendapatkan teguran dari Allah. Apabila mereka berdua bertaubat pada Allah maka sesungguhnya hati mereka telah condong pada kebaikan. Apabila mereka berdua saling bekerjasama dalam menyusahkan Nabi, maka Allah akan melindungi Nabi, juga Jibril, dan orang-orang mukmin yang soleh, serta malaikat-malaikat penolongnya.

Bahkan, Allah juga memberikan ancaman kepada keduanya. Apabila Nabi menceraikan mereka berdua, mungkin saja jika Allah memberikan pengganti kepada Nabi berupa istri-istri yang lebih baik, yakni perempuan yang berserah diri pada Allah, ahli ibadah, selalu bertaubat, sangat taat, selalu berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan.

Sungguh teguran dan ancaman yang begitu keras bagi perempuan. Kemudian Aisyah dan Hafsah memilih untuk bertaubat kepada Allah. Cemburunya Aisyah terhadap Khadijah juga pernah terjadi.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa cemburu yang berlebihan itu tidaklah baik. Apabila kita merasa cemburu maka bicarakan dengan suami sehingga suami akan menjelaskannya sehingga tidak ada hati yang tersakiti.
0 Komentar untuk "Inilah Cemburu yang Pernah Mendapat Teguran Allah"

Back To Top