Jin dan Malaikat, Penghuni Alam Malakut


Mungkin asing bagi kita mendengar nama alam Malakut. Malakut merupakan alam yang terdiri dari jin dan malaikat di dalamnya. Alam ini berada dekat dengan alam puncak lebih utama dibandingkan alam lainnya. Diketahui bahwa alam Malakut lebih rendah dibanding alam di atasnya, seperti Al-A’yan al-Tsabitah dan Jabarut. Mulai dari alam Mitsal hingga alam di atasnya tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia karena tergolong dalam alam ghaib. Panca indera manusia hanya bisa mengenali secara fisik alam Syahadah Mutlak, seperti alam tumbuh-tumbuhan, alam mineral, alam hewan, dan sebagian dari dirinya sendiri.

Jin dan Malaikat, Penghuni Alam Malakut

Al-Qur’an menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur kejadian manusia, yakni unsur jasad atau badan, unsur nyawa, dan unsur ruh. Nyawa dan ruh adalah dua unsur yang berbeda. Nyawa dimiliki oleh binatang dan tumbuh-tumbuhan, tetapi unsur roh tidak dimiliki keduanya, bahkan semua makhluk Allah yang lain. Karena unsur roh inilah yang membuat semua makhluk lainnya dan para malaikat sujud pada manusia (Adam). Unsur ketiga manusia ini (ruh) menjadi potensi yang luar biasa untuk mengakses alam puncak sekalipun. Dalam Al-Qur’an ruh disebut juga sebagai ciptaan khusus (khalqan akhar).

Lantas, apa itu alam Malakut? Para penghuni alam Malakut adalah para malaikat dan jin, termasuk iblis. Alam ini tidak dapat diakses oleh indera manusia kecuali mereka yang memiliki kemampuan menggunakan potensi lahut dan malakut.

Sebagai makhluk utama, manusia mempunyai kemampuan untuk itu karena unsur ketiga yang begitu luar biasa yang dimiliki manusia. Roh jasadi dapat berinteraksi dengan alam Mulk, roh Sulthani dapat berinteraksi dengan alam Jabarut, roh Rohani dapat berinteraksi dengan alam Malakut, dan roh al-quds dapat berinteraksi dengan alam Lahut. Meskipun demikian, kita tidak boleh terkecoh dengan keindahan yang dijelaskan dalam alam-alam di atas manusia tersebut. Apabila kita mempelajari atau memperdalam kemampuan unsur ketiga ini maka kemungkinan ia dapat mengakses alam tersebut.

Kesempurnaan eksistensi manusia dapat dicapai disaat ia dapat menyinergikan secara seimbang dengan berbagai kecerdasan yang dimilikinya. Kita sering mendengarnya dengan kecerdasan unsur jasad (IQ), kecerdasan rohani (SQ), dan kecerdasan nafasi (EQ). Tidak semua kecerdasan manusia dapat dipahami dan terukur secara ilmiah ataupun dengan kekuatan panca indera. Hal ini karena manusia memiliki unsur berlapis-lapis. Kecerdasan ini dapat membuat terbukanya pintu alam Malakut.

Dalam sebuah surat dijelaskan bahwa dari lapis mineral tubuh kasar hingga pada roh yang diberikan Allah SWT. Apabila Allah telah menyempurnakan kejadiannya dan ditiupkan roh-Nya pada hamba maka tunduklah seorang hamba dengan bersujud. Dan para malaikat langsung bersujud pada Adam.

Terdapat beberapa kisah yang menjelaskan bagaimana keadaan alam-alam selain alam manusia. Namun, pencarian kita tidak hanya tertuju pada alam ini melainkan ridho Allah SWT agar kita tidak mudah terkecoh dengan hal-hal yang menuju pada unsur kekeramatan atau perbuatan syirik. Memupuk keimanan pada Allah lebih penting daripada terus-menerus mengenal alam Malakut di atas manusia.

Berdasarkan penjelasan di atas, menunjukkan bahwa terdapat hal-hal ghaib yang tidak dapat dijangkau dengan panca indera manusia. Sebagai umat muslim kita harus percaya adanya hal-hal ghaib sebagai salah satu rukum iman. Namun, waspadalah jangan sampai kita terlena dengan hal-hal ghaib tersebut karena dapat mengantarkan kita pada dosa besar. Demikian kisah jin dan malaikat, penghuni alam malakut.
1 Komentar untuk "Jin dan Malaikat, Penghuni Alam Malakut"

Sok teong.........
Muhammad aja kagak diberi tahu tentang alam ghoib......

Back To Top